Arsip Tag: sot

Membuat PGPR sendiri (Membuat Pupuk Organik Sendiri – bagian 1)


Mulai dari tulisan ini dan Insya Allah pada beberapa tulisan berikutnya, kita akan coba mengulas beberapa jenis pupuk, kita sebut saja ‘pupuk’ yang  sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Tentu saja pembahasan masih di seputar pupuk yang berbasis kimia ‘organik’, bukan anorganik atau sintetis.  Kita akan coba membahas mulai dari PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria), pupuk NPK versi organik, mol buah, dan sebagainya. Bahan tulisan, selain berasal dari pengalaman saya sendiri, juga berasal dari berbagai artikel yang mudah-mudahan dapat memberikan manfaat.

Baiklah, pada tulisan kali ini kita bahas yang namanya PGPR

Fungsi dan Manfaat PGPR untuk tanaman

MycorrhizaePGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria, kalau diterjemahkan artinya kurang lebih : Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman, telah menjadi sesuatu yang sangat penting di seluruh dunia dan diakui menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi dunia pertanian. PGPR dapat menjadi salah satu solusi ketergantungan terhadap produk pupuk kimia sintetis, sehingga dapat menjaga pertumbuhan pertanian secara berkesinambungan dan mendukung visi secara global mengenai pembangunan, perlindungan dan pelestarian lingkungan yang sudah terlanjur rusak oleh aplikasi pupuk kimia sintetis. Riset ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu terus menerus dilakukan untuk lebih memahami penerapan PGPR, efek terhadap fisiologi dan pertumbuhan tanaman, mekanisme PGPR dalam menginduksi dan membantu sistem ketahanan tanaman terhadap penyakit, fungsi PGPR sebagai biokontrol terhadap pathogen yang merugikan tanaman, sebagai pupuk organik, dan menjadi alternatif alami untuk peningkatan produksi, pembentukan koloni rizosfera pada akar tanaman dan masih banyak lagi tujuan penelitian lainnya.

Penggunaan mikroorganisme untuk tujuan meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman adalah sesuatu yang sangat penting diketahui dalam pertanian organik (Freitas dkk, 2007). Selama beberapa dekade terakhir, pemanfaatan PGPR untuk pertanian ini telah meningkat  di berbagai tempat.

Mengutip artikel dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria : Fundamentals and Aplications by Marcia do Vale BF, et al, terdapat beberapa manfaat dari PGPR ini, di antaranya :

  1. Meningkatkan nutrisi mineral terlarut dan pengikatan nitrogen, sehingga nutrisi dapat terserap oleh tanaman
  2. Menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, (dengan salah satunya menghasilkan Hidrogen Sianida dan antibiotik), berfungsi sebagai biokontrol terhadap serangan patogen yang terdapat dalam tanah
  3. Meningkatkan daya tahan stress tanaman terhadap kekeringan, saliniti, dan racun-racun metal/logam
  4. Menghasilkan fitohormon seperti indole-3-acetic acid (lebih dikenal dengan istilah IAA), auksin, sitokinin, dan giberelin

Jadi secara garis besar, fungsi umum PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dibagi menjadi 3 bagian (Tenuta, 2006 ; Cattelan, et all, 1999, Kloepper, 1993)

  1. Sebagai pemacu atau perangsang pertumbuhan (biostimulants) dengan mensintesis dan mengatur konsentrasi berbagai jenis zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti auksin, sitokinin, giberelin, dan etilen dalam lingkungan akar
  2. Sebagai penyedia unsur hara (biofertilizers) dengan mengikat nitrogen dari udara secara asimbiosis dan melarutkan unsur hara P yang terikat dalam tanah
  3. Sebagai pengndali patogen yang berasal dari tanah (bioprotectans) dengan cara menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit anti patogen

PGPR secara komersial sudah banyak beredar dan terkandung dalam pupuk majemuk hayati. Berikut akan kita ulas cara praktis yang dapat kita lakuka untuk membuat PGPR sendiri :

Cara Pembuatan PGPR

Bahan :

  1. Akar bambu + tanahnya   : 1 kantong kresek / ½ kg (lebih banyak lebih baik)
  2. Akar kacang tanah             : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  3. Akar putri malu                  : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  4. Air                                         : 3 liter
  5. Gula merah/pasir              : ½ kg
  6. Air kelapa                           : 2 liter

 Cara buat :

  • Untuk bahan 1, 2, 3 bila ada ketiganya bila tidak ada bisa salah satunya, tapi yang terbaik adalah akar bambu
  • Potong kecil-kecil semua akar
  • Masukan semua bahan kedalam wadah yang dapat ditutup rapat
  • Biarkan selama 2-3 hari dan kocok-kocok setiap hari

CARA MEMPERBANYAK PGPR

Bahan :

  1. Gula merah/molases : 3 kg
  2. Dedak : 3 kg
  3. Terasi mentah : 1 kg
  4. Air kelapa : 5 liter
  5. Biang PGPR : 1 liter
  6. Air : 100 liter

Cara buat :

  • Gula merah, dedak dan terasi mentah dididihkan dengan air 10 liter selama 30 menit, kemudian biarkan sampa benar-benar dingin
  • Masukan air kelapa, air 90 liter, dan biang PGPR dalam drum
  • Tutup rapat, dan biarkan selama 2 minggu, sebaiknya pake aerator

Dosis :

  • 1 liter + air 10 liter
  • Siram / kocor pada lahan sebelum tanam, dan seminggu sekali setelah tanam sebanyak 3 – 4 kali

Untuk merendam benih tambahkan SOT HCS dengan perbandingan 1 : 1

Demikian ulasan singkat mengenai fungsi dan manfaat PGPR dan cara praktis untuk membuatnya. Semoga dapat bermanfaat.

 

Sumber tulisan :

  1. Edi Husen et al, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati,
  2. Nico Labuschagne et al. Plant Growth Promoting Rhizobacteria as Biocontrol Agents Against Soil-Borne Plant Diseases, 2010
  3. Plant Growth Promoting Rhizobacteria : Fundamentals and Aplications by Marcia do Vale BF, et al, 2010
  4. Kuntara, Cara Sederhana Membuat PGPR, 2014

Keterangan ilustrasi : mycorrhizae fungihttp://www.watershedwisetraining.com

Iklan

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman dengan PHEFOC Plus


Bahan Nabati Sumber Pestisida, Herbisida dan Fungisida Organik

Bercak Daun CercosporaHalo apa kabar…? Sudah sekian lama nih saya tidak menyapa lewat ‘posting’ sebuah  tulisan.  Alhamdulillah, desakan dari beberapa rekan dan mitra HCS mendorong saya untuk posting dan share tulisan lagi. Semoga saja bermanfaat bagi sahabat dan rekan-rekan pengunjung. Ok, let’s go…

Pada kesempatan ini, saya akan share mengenai salah satu upaya dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman. Dalam beberapa tulisan sebelumnya, saya pernah ungkapkan bahwa kegiatan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman adalah kegiatan yang wajib dipersiapkan sebelum mulai melakukan budidaya tanaman, apapun jenis tanaman yang kita budidayakan.

Baca lebih lanjut

Mengenal Lebih Dekat dengan HAMA dan PENYAKIT yang Sering Menyerang Tanaman Cabe


Kali ini kita akan coba mengulas dan mengenali beberapa jenis hama maupun penyakit yang sering menyerang tanaman cabe (Capsicum annuum L.),  Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ini sudah menjadi keharusan untuk kita ketahui.ulat jengkal

Menjadi keharusan karena jangan sampai kita berandai-andai yang manisnya saja mengenai keuntungan atau laba yang akan kita peroleh pada saat panen cabe. Ini beneran lho…
Pada intinya, seperti biasa saya mengingatkan…sebelum melakukan kegiatan apapun kita harus minimal pertama membuat dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mendukung kegiatan kita agar mendatangkan keuntungan. Kedua, nah ini yang biasanya kita lewatkan atau bahkan kadang-kadang terlupakan, yaitu mengenai faktor-faktor yang justru dapat merugikan, di sini yang akan kita coba ketahui adalah seputar hama dan penyakit pada tanaman cabe.

Baca lebih lanjut