Arsip Tag: revolusi hijau

PELATIHAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN ORGANIK – TANGGAL 2 NOVEMBER 2014


Menindaklanjuti keinginan dari rekan-rekan pengunjung website ini, maka

INSYA ALLAH KAMI AKAN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN ORGANIK :

TEMA : “MENJADI PETERNAK DAN PETANI JUTAWAN”

BERTANI     : TANPA PUPUK KIMIA, TANPA MATUN/MENYIANGI/RAMBET, DAN HASIL MELIMPAH

BETERNAK  : TANPA NGARIT, TANPA ANGON, DAN TANPA BAU DENGAN HASIL MAKSIMAL

Waktu  : Minggu, 2 November 2014 (08.00 – 15.00)

Tempat :

RUKO KOTA MAS

Jln Kota Mas Raya No. 27  (Masuk dari Jln Kolonel Masturi/Kolmas – Arah Utara Alun-alun Cimahi )

KOTA CIMAHI – JAWA BARAT (LIHAT PETA DI BAWAH)

 

Trainer/Pembicara  : Bpk. Yani Murdani S.Si. Apt (Trainer Nasional HCS)

Kontribusi setiap peserta : Rp. 150.000,-

Fasilitas  :  Snack dan konsumsi makan siang, flash disk 8GB berisi materi/1 botol SOC, dan Makalah

UNTUK PENDAFTARAN BISA MELALUI SMS, BBM, WA, EMAIL, ATAU INBOX FACEBOOK (dengan format : nama, alamat, no hp) atau silahkan mengisi FORM PENDAFTARAN DI BAWAH dan untuk biaya pendaftaran silahkan ditransfer via :

1. BANK BCA  (CABANG CIMAHI) 

Nomor Rekening       :   1391718305

Atas nama                  :   DIKDIK TAUFIK RAHMAN

2.  BANK  MANDIRI  (CABANG PADALARANG – BANDUNG BARAT)

Nomor Rekening       :  900-00-0969028-1

Atas nama                :   DIKDIK TAUFIK RAHMAN

3. BANK BRI (UNIT CIMAREME – BANDUNG BARAT)

Nomor Rekening     : 411401001776508

Atas nama                : Dikdik Taufik Rahman

SEGERA KONFIRMASI APABILA TELAH MELAKUKAN TRANSFER AGAR DAPAT KAMI CATAT DALAM DATA REGISTRASI PESERTA. KONFIRMASI BISA DILAKUKAN VIA SMS, BBM, EMAIL, ATAU FACEBOOK DENGAN MENULISKAN NAMA

 DENAH LOKASI PELATIHAN :

DARI ALUN-ALUN KOTA CIMAHI KE ARAH UTARA MASUK JALAN KOLONEL MASTURI (lihat Peta berikut)

kotamas raya map - Copy

Iklan

PERTANIAN BERKELANJUTAN


pertanian organikMasih seputar dunia Pertanian Indonesia…….

Pertanian, sudah merupakan budaya di banyak negara termasuk Indonesia. Budaya yang sudah lahir sejak jaman dahulu. Dimana pada masa tersebut, leluhur kita, kakek nenek moyang kita melakukan kegiatan pertanian yang terutama dilatarbelakangi oleh tuntutan kehidupan dasar tanpa berorientasi untuk kepentingan ekonomi semata (misalnya menjual hasil pertanian).  Mereka pun bertani dan menghasilkan berbagai produk pertanian seperti padi, sayuran dan hewan ternak dari lahan sendiri tanpa ada ketergantungan terhadap produk luar seperti pupuk kimia, pestisida, herbisida maupun bibit unggul. Mereka mampu memadukan dan ‘meng-harmonisasi’ hubungan antara manusia dan lingkungan alam tanpa saling merusak. Mereka pun mampu mencukupi segala kebutuhan sosial dari kelebihan hasil pertaniannya.

Revolusi Hijau

Atas nama kepentingan yang cenderung ke orientasi keuntungan ekonomis, kemudian dicanangkanlah revolusi hijau dengan ditandai hadirnya sistem intensifikasi pertanian, panca usaha tani , pemakaian pupuk kimia sintetis dan obat-obat kimia lainnya. Pada beberapa saat, Revolusi hijau di Indonesia berhasil membuat Indonesia menyandang predikat Swasembada Pangan.

Pada kenyataannya, program tersebut menimbulkan berbagai implikasi negatif :

  1. Pemakaian pupuk kimia dan bahan-bahan kimia sintetis secara berlebihan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan, mulai dari tanah, air, udara dan makhluk hidup. Terjadi kerusakan struktur tanah dan musnahnya predator alami sehingga meningkatnya populasi hama dan gulma karena lebih resisten terhadap pestisida.
  2. Para petani sangat tergantung kepada pupuk kimia seperti pupuk urea atau NPK dan bahan-bahan kimia sintetis lainnya. Mereka menjadi tidak PEDE… bertani tanpa obat-obatan tersebut.
  3. Ketergantungan para petani terhadap bahan-bahan kimia menimbulkan dominasi dan monopoli pihak-pihak yang berkantung tebal dalam penyediaan dan distribusi. Merekalah yang lebih diuntungkan dibandingkan para petaninya sendiri.
  4. Timbul kesenjangan lebih jauh antara petani berduit dan petani kurang berduit. Petani yang punya modal lebih besar akan lebih beruntung karena harga pupuk dan obat tidak menjadi masalah besar, berbeda dengan petani kecil yang untuk membeli ikan asin saja ‘ngos-ngosan’…

Pengertian Pertanian Organik

Pertanian organik sebenarnya bukan hal baru atau nge-trend dengan tiba-tiba karena Presiden kita mencanangkannya.  Namun jauuuh… sebelum sistem pertanian konvensional seperti kebanyakan sekarang berjalan, para petani jagoan kita dahulu sudah menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dengan menerapkan ilmu atau sistem pertanian dengan cara-cara yang arif. Sepintas seperti kuno atau tradisional, namun sangat-sangat bernilai tinggi. Mereka telah terbiasa menggunakan pupuk kandang, kompos di ladang maupun sawah, serta penggunaan ramuan-ramuan nabati untuk mengusir hama, memiliki cara menyeleksi bibit dan cara penyimpanannya. Mereka pun hapal betul bagaimana mengatur masa tanam dan variasi tanaman untuk menyiasati hama-hama pengganggu.

Kembali ke laptop,…secara teori, pertanian organik dapat diartikan sebagai suatu sistem produksi pertanaman yang berasaskan daur ulang secara hayati.  Daur ulang unsur hara dapat melalui sarana limbah tanaman dan ternak, serta limbah lainnya yang mampu memperbaiki status kesuburan dan struktur tanah (Rachman, 2002:1).

Adapun filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan prinsip-prinsip memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman (istilah bule-nya : feeding the soil that feeds the plants), dan bukan memberi makanan langsung tanaman. Ahli pertanian bule, Von Uexkull (1984) memberi istilah ‘membangun kesuburan tanah’. Strateginya adalah memindahkan hara secepatnya dari sisa tanaman, kompos dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah yang nantinya setelah mengalami mineralisasi akan menjadi hara dalam larutan tanah. Dengan kata lain, unsur hara didaur ulang melalui satu atau lebih tahapan bentuk senyawa organik sebelum akhirnya dimakan, eh diserap oleh tanaman. Berdasarkan hal ini timbul istilah pupuk organik.

Ciri-ciri Pertanian Organik

Menurut beberapa ahli-nya pertanian, berikut adalah beberapa ciri dari pertanian organik :

  1. Melindungi kesuburan tanah dengan mempertahankan kadar bahan organik, dan tidak menggunakan alat-alat mekanisasi secara sembarangan.
  2. Menyediakan sendiri unsur Nitrogen melalui pengikatan Nitrogen secara biologis.
  3. Melakukan daur ulang secara effektif bahan organik dari sisa tanaman maupun limbah ternak.
  4. Membantu perkembangan aktivitas biologi tanah
  5. Mengendalikan gulma dan hama penyakit dengan rotasi tanaman, pemanfaatan predator dan penggunaan varietas yang lebih tahan.
  6. Memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi secara berkesinambungan
  7. Dalam seluruh kegiatannya, aspek alamiah dan kondisi lingkungan sekitar merupakan sumber penunjang produksi pertanian yang utama.
  8. Mengurangi bahkan meniadakan penggunaan bahan penunjang dari luar, seperti pupuk kimia.
  9. Mendaur ulang nutrisi atau unsur hara dalam tanah

Pengertian Pertanian Berkelanjutan

Sistem Pertanian Berkelanjutan adalah suatu sistem pertanian yang tidak merusak, tidak mengubah, serasi, selaras, dan seimbang dengan lingkungan atau sistem pertanian yang patuh dan tunduk terhadap aturan-aturan alamiah. Sebenarnya sistem tersebut merupakan suatu ‘remain’, mengingatkan kembali pada pola back to nature, yang sudah pernah dilakukan oleh kakek nenek buyut kita.

Segala upaya manusia yang mengingkari kaidah-kaidah hubungan suatu ekosistem dalam jangka pendek mungkin mampu memacu produktivitas lahan dan hasil. Namun dalam jangka panjang biasanya hanya akan berakhir dengan rusak dan hancurnya lingkungan. Kita yakin betul bahwa hukum alam adalah kuasa Tuhan. Manusia sebagai umat-Nya hanya berwenang menikmati dan berkewajiban menjaga dan melestarikannya (Karwan, 2003:1).

Konsep dari Pertanian Berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan teori-teori dari berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang ditujukan bagi kemaslahatan umat manusia sekarang dan pada masa yang akan datang. Konsep ini juga bersifat holistik, menyeluruh, dengan mempertemukan berbagai aspek dan disiplin keilmuan lain yang sudah mapan seperti, ekologi, sosial, ekonomi dan kelembagaan.

Ciri-ciri Pertanian Berkelanjutan

Berdasarkan referensi dari Technical Advisory Committee of the CGIAR (TAC-CGAR, 1988), CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) atau Lembaga Konsultasi Penelitian Pertanian Internasional, Pertanian Berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah, sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.  Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Mantap secara ekologis, berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan mulai dari manusia, tanaman dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Berarti tanah harus dikelola dan kesehatan tanaman dan hewan serta masyarakat dipertahankan melalui proses biologis. Sumber daya lokal digunakan secara ramah dan dapat diperbaharui.
  2. Dapat berlanjut secara ekonomis.
  3. Adil, yang berarti sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga keperluan dasar semua anggota masyarakat dapat terpenuhi dan begitu pula hak mereka dalam penggunaan lahan dan modal yang memadai serta bantuan teknis yang terjamin.
  4. Manusiawi, menghargai martabat dasar semua makhluk hidup dan menghargai budaya lokal.
  5. Luwes, masyarakat memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri (mampu beradaptasi) dengan perubahan kondisi usaha pertanian.
  6. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan. Para petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang masih bisa ditolelir/diterima.
  7. Berkeadilan sosial, ini yang sering mendapat hambatan, sistem ini harus menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi dan pasar bagi yang terlibat, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, jenis kelamin, agama, maupun etnis.

Keberhasilan penerapan Pertanian Organik menuju Pertanian Berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan semua pihak. Sistem ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan pemerintah, institusi, pihak swasta, para pakar, akademisi, para petani dan anda sendiri.

Peranan HCS

Berdasarkan paparan singkat di atas, jelas bahwa PT HCS melalui pola HCS-nya mendukung dan melibatkan diri secara langsung dalam praktek pertanian organik untuk mewujudkan Pertanian yang berkelanjutan.

Sekarang saatnya bagi anda rekan semua, buktikan dan berikan kontribusi yang positif bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui HCS. Diam dan menonton saja tidak akan mendatangkan kesuksesan dan kemajuan bagi diri sendiri apalagi masyarakat umum. Saatnya sekarang anda bergabung menjadi Mitra HCS !!

….diaransemen dari berbagai sumber

PERTANIAN INDONESIA


alam indonesiaALAM INDONESIA SANGAT KAYA

Alam Indonesia bagaikan suatu berkah yang diberikan Allah Maha Kuasa. Berada di daerah tropis garis khatulistiwa, menjadikan alam di Indonesia sangat strategis dari berbagai sudut pandang.

Dari letak geografis yang sangat menguntungkan, menyebabkan tanah air Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Salah satu dari sekian banyak sumber daya alam yang dimiliki Indonesia adalah kondisi tanah pertanian, kebun dan hutan yang sangat subur.

Hal inilah yang menyebabkan salah satunya, wilayah alam di Indonesia menjadi magnet daya tarik bangsa-bangsa di belahan lain dunia. Sejak jaman dulu kala, mulai dari masa berjayanya kerajaan-kerajaan atau kesultanan, jaman kolonial, hingga jaman sekarang tidak terhitung berapa jumlah kekayaan alam berupa hasil pertanian, perkebunan dan kehutanan telah dieksplorasi dan dieksploitasi.

PERTANIAN INDONESIA YANG MASIH MERANA

Indonesia yang agraris, dan terkenal juga dengan tanahnya yang subur, ternyata perkembangan dan kontribusi yang didapatkan oleh para petaninya sangat kontradiktif. Hasil yang diperoleh tidak se-“subur” tanah yang digarapnya.

Berbagai kebijakan dan program untuk meningkatkan hasil pertanian maupun perkebunan telah banyak digulirkan sejak adanya program Panca Usaha Tani, sehingga Indonesia menjadi negara berpredikat sudah ‘Swasembada Pangan’ malah belakangan menjadi terbalik, Indonesia ‘impor’ beras, kedelai, sapi, dan sebagainya.

Berbagai program seperti Panca Usaha Tani yang menekankan terutama pemakaian pupuk anorganik ternyata telah menyebabkan kerusakan jangka panjang terhadap struktur tanah pertanian maupun perkebunan. Struktur tanah Indonesia yang tadinya sangat subur dan kaya unsur hara, lambat laun menjadi rusak.

Jangan heran apabila hal tersebut dibiarkan, anak cucu kita hanya tahu dari sejarah saja bahwa Indonesia pernah menjadi negara agraris yang subur. Mungkin yang asalnya 2/3 adalah pertanian menjadi terbalik hanya 1/3 saja, selain karena makin sempitnya lahan pertanian dan perkebunan akibat ekspansi bidang lain, juga tingkat kesuburan lahan sangat rendah.

SOLUSI SISTEM APLIKASI ORGANIK

Beruntunglah, meskipun sudah termasuk terlambat, kerusakan sumber daya alam telah membangkitkan sebagian orang untuk kembali ke aplikasi yang ramah lingkungan (go natural, go green). Banyak pihak sekarang mendengung-dengungkan ‘go natural’, go green, dan ‘go organic’ serta ‘revolusi hijau’.

Namun bila hanya sebatas wacana dan kampanye saja, sampai kapanpun tidak akan ada hasil yang diperoleh. Go green hanya akan menjadi pemanis kata saja. Perlu kerja nyata dan aplikasi yang nyata di lapangan sehingga hasilnya menjadi nyata dan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Dalam hal inilah PT. HCS (PT. Hidup Cerah Sejahtera) hadir menerima tantangan untuk memberikan solusi cerdas. PT. HCS memberikan solusi cerdas melalui konsep PERTANIAN BERKELANJUTAN dengan mengajak dan meng-edukasi masyarakat untuk back to nature dan go to organic dalam mengembalikan kesuburan tanah Indonesia dan menjaga kelestarian alam sehingga dapat tercipta masyarakat yang Sehat, Mandiri dan Sukses

Pola yang diterapkan oleh PT. HCS tersebut antara lain :

  1. Cara bertani sistem Organic HCS
  2. Cara membuat Bhokasi atau pupuk organik
  3. Cara membuat pakan ternak kambing, ikan, sapi, ayam, bebek dan sebagainya
  4. Cara beternak yang effektif tanpa harus ngarit dan angon dengan limbah yang bermanfaat
  5. Cara bertanam padi yang unggul dan produktif tanpa harus matun (rambet), bebas hama dan tanpa pupuk