HCS BIO POWER – Trace Mineral Plus


hcs-bio-powerProduk ini merupakan salah satu produk unggulan lainnya dari PT HCS untuk tujuan pemanfaatan di bidang kesehatan tubuh.

HCS Bio Power merupakan suplemen kesehatan terbaik untuk menghasilkan oksigen, hidrogen dan mineral untuk meningkatkan energi, daya tahan tubuh dan kesehatan alami tubuh.

Formula HCS Bio Power mengandung lebih dari 78 trace mineral dalam bentuk ionik dikombinasikan dengan enzim dan asam amino.

Semua elemen di dalam HCS Bio Power murni 100% alami. HCS Bio Power tidak mengandung alkohol, glukosa atau unsur-unsur yang ada di daftar bahan terlarang yang ditetapkan oleh Badan Dunia, Asosiasi Atlet Amatir dan Profesional.

Fungsi Utama HCS Bio Power :

  1. Meningkatkan Kandungan Oksigen
  2. Membunuh radikal bebas dan radiasi (sebagai anti oksidan)
  3. Menyeimbangkan nilai pH dalam tubuh
  4. Membantu proses detoksifikasi (mengeluarkan racun dari  tubuh) sehingga ke peringkat paling dalam dan merangsang metabolisme agar lebih baik
  5. Meningkatkan kemampuan metabolisme sel
  6. Meningkatkan sistem imun tubuh (Kekebalan terhadap penyakit/virus)
  7. Membantu penyerapan 95% nutrisi dan vitamin dan membawanya ke tiap sel dalam waktu 3 menit
  8. Menyempurnakan sistem syaraf
  9. Memperbaiki tekstur kulit dan mempercepat penyembuhan luka
  10. Memperbaiki dan mengaktifkan sel-sel yang sudah rusak
  11. Mambantu mempercepat proses penyembuhan saat mengalami sakit

Berkaitan dengan fungsi dan manfaat di atas tersebut, pemakaian Bio Power pada kenyataannya juga banyak dimanfaatkan oleh rekan-rekan peternak. Biopower banyak dipakai misalnya pada peternakan ayam. Menurut pengalaman mereka, aplikasi Biopower pada air minum (satu minggu dua kali) disamping pemakaian SOC, dapat mencegah serangan penyakit, menekan angka kematian dan tingkat stress pada hewan ternak.

Aturan Pakai :

Untuk tujuan menjaga stamina atau kesehatan tubuh, dianjurkan 10 tetes ke dalam segelas air minum 1 (satu) kali sehari. Untuk membantu mempercepat penyembuhan pada saat mengalami sakit, gunakan dengan dosis sama dengan pemberian 2-3 kali sehari. Untuk anak-anak, dosis setengahnya.

Selamat mencoba dan rasakan secara langsung manfaatnya….

 

Isi netto : 15 ml

Harga eceran : Rp 55.000 per botol,

Cara Pemesanan : SMS ke 082315922888 (Telkomsel) atau 085863553888 (Indosat) dengan format : Nama, alamat lengkap, jumlah Biopower

 

Membuat PGPR sendiri (Membuat Pupuk Organik Sendiri – bagian 1)


Mulai dari tulisan ini dan Insya Allah pada beberapa tulisan berikutnya, kita akan coba mengulas beberapa jenis pupuk, kita sebut saja ‘pupuk’ yang  sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Tentu saja pembahasan masih di seputar pupuk yang berbasis kimia ‘organik’, bukan anorganik atau sintetis.  Kita akan coba membahas mulai dari PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria), pupuk NPK versi organik, mol buah, dan sebagainya. Bahan tulisan, selain berasal dari pengalaman saya sendiri, juga berasal dari berbagai artikel yang mudah-mudahan dapat memberikan manfaat.

Baiklah, pada tulisan kali ini kita bahas yang namanya PGPR

Fungsi dan Manfaat PGPR untuk tanaman

MycorrhizaePGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria, kalau diterjemahkan artinya kurang lebih : Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman, telah menjadi sesuatu yang sangat penting di seluruh dunia dan diakui menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi dunia pertanian. PGPR dapat menjadi salah satu solusi ketergantungan terhadap produk pupuk kimia sintetis, sehingga dapat menjaga pertumbuhan pertanian secara berkesinambungan dan mendukung visi secara global mengenai pembangunan, perlindungan dan pelestarian lingkungan yang sudah terlanjur rusak oleh aplikasi pupuk kimia sintetis. Riset ilmiah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu terus menerus dilakukan untuk lebih memahami penerapan PGPR, efek terhadap fisiologi dan pertumbuhan tanaman, mekanisme PGPR dalam menginduksi dan membantu sistem ketahanan tanaman terhadap penyakit, fungsi PGPR sebagai biokontrol terhadap pathogen yang merugikan tanaman, sebagai pupuk organik, dan menjadi alternatif alami untuk peningkatan produksi, pembentukan koloni rizosfera pada akar tanaman dan masih banyak lagi tujuan penelitian lainnya.

Penggunaan mikroorganisme untuk tujuan meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman adalah sesuatu yang sangat penting diketahui dalam pertanian organik (Freitas dkk, 2007). Selama beberapa dekade terakhir, pemanfaatan PGPR untuk pertanian ini telah meningkat  di berbagai tempat.

Mengutip artikel dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria : Fundamentals and Aplications by Marcia do Vale BF, et al, terdapat beberapa manfaat dari PGPR ini, di antaranya :

  1. Meningkatkan nutrisi mineral terlarut dan pengikatan nitrogen, sehingga nutrisi dapat terserap oleh tanaman
  2. Menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, (dengan salah satunya menghasilkan Hidrogen Sianida dan antibiotik), berfungsi sebagai biokontrol terhadap serangan patogen yang terdapat dalam tanah
  3. Meningkatkan daya tahan stress tanaman terhadap kekeringan, saliniti, dan racun-racun metal/logam
  4. Menghasilkan fitohormon seperti indole-3-acetic acid (lebih dikenal dengan istilah IAA), auksin, sitokinin, dan giberelin

Jadi secara garis besar, fungsi umum PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dibagi menjadi 3 bagian (Tenuta, 2006 ; Cattelan, et all, 1999, Kloepper, 1993)

  1. Sebagai pemacu atau perangsang pertumbuhan (biostimulants) dengan mensintesis dan mengatur konsentrasi berbagai jenis zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti auksin, sitokinin, giberelin, dan etilen dalam lingkungan akar
  2. Sebagai penyedia unsur hara (biofertilizers) dengan mengikat nitrogen dari udara secara asimbiosis dan melarutkan unsur hara P yang terikat dalam tanah
  3. Sebagai pengndali patogen yang berasal dari tanah (bioprotectans) dengan cara menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit anti patogen

PGPR secara komersial sudah banyak beredar dan terkandung dalam pupuk majemuk hayati. Berikut akan kita ulas cara praktis yang dapat kita lakuka untuk membuat PGPR sendiri :

Cara Pembuatan PGPR

Bahan :

  1. Akar bambu + tanahnya   : 1 kantong kresek / ½ kg (lebih banyak lebih baik)
  2. Akar kacang tanah             : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  3. Akar putri malu                  : 1 ons (lebih banyak lebih baik)
  4. Air                                         : 3 liter
  5. Gula merah/pasir              : ½ kg
  6. Air kelapa                           : 2 liter

 Cara buat :

  • Untuk bahan no 1, 2, 3 bila ada ketiganya, bila tidak ada bisa salah satunya, tapi yang terbaik adalah akar bambu
  • Potong kecil-kecil semua akar
  • Masukan semua bahan ke dalam wadah yang dapat ditutup dengan rapat
  • Biarkan selama 2-3 hari dan kocok-kocok setiap hari

CARA MEMPERBANYAK PGPR

Bahan :

  1. Gula merah/molases : 3 kg
  2. Dedak : 3 kg
  3. Terasi mentah : 1 kg
  4. Air kelapa : 5 liter
  5. Biang PGPR : 1 liter
  6. Air : 100 liter

Cara buat :

  • Gula merah, dedak dan terasi mentah dididihkan dengan air 10 liter selama 30 menit, kemudian biarkan sampa benar-benar dingin
  • Masukan air kelapa, air 90 liter, dan biang PGPR dalam drum
  • Tutup rapat, dan biarkan selama 2 minggu, sebaiknya pake aerator

Dosis :

  • 1 liter + air 10 liter
  • Siram / kocor pada lahan sebelum tanam, dan seminggu sekali setelah tanam sebanyak 3 – 4 kali

Untuk merendam benih tambahkan SOT HCS dengan perbandingan 1 : 1

Demikian ulasan singkat mengenai fungsi dan manfaat PGPR dan cara praktis untuk membuatnya. Semoga dapat bermanfaat.

 

Sumber tulisan :

  1. Edi Husen et al, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati,
  2. Nico Labuschagne et al. Plant Growth Promoting Rhizobacteria as Biocontrol Agents Against Soil-Borne Plant Diseases, 2010
  3. Plant Growth Promoting Rhizobacteria : Fundamentals and Aplications by Marcia do Vale BF, et al, 2010
  4. Kuntara, Cara Sederhana Membuat PGPR, 2014

Keterangan ilustrasi : mycorrhizae fungihttp://www.watershedwisetraining.com

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman dengan PHEFOC Plus


Bahan Nabati Sumber Pestisida, Herbisida dan Fungisida Organik

Bercak Daun CercosporaHalo apa kabar…? Sudah sekian lama nih saya tidak menyapa lewat ‘posting’ sebuah  tulisan.  Alhamdulillah, desakan dari beberapa rekan dan mitra HCS mendorong saya untuk posting dan share tulisan lagi. Semoga saja bermanfaat bagi sahabat dan rekan-rekan pengunjung. Ok, let’s go…

Pada kesempatan ini, saya akan share mengenai salah satu upaya dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman. Dalam beberapa tulisan sebelumnya, saya pernah ungkapkan bahwa kegiatan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman adalah kegiatan yang wajib dipersiapkan sebelum mulai melakukan budidaya tanaman, apapun jenis tanaman yang kita budidayakan.

Baca lebih lanjut