Arsip Kategori: ARTIKEL PERTANIAN

Kumpulan artikel pertanian, pertanian konvensional,budidaya pertanian dan tanaman organik,pertanian umum

JENIS-JENIS PUPUK DAN APLIKASINYA (Bagian I)


Dalam bidang pertanian, peranan pupuk sangat lah penting. Pupuk  menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan selain perhatian kita terhadap kualitas tanaman, kualitas tanah atau media tanam dan faktor pengairan.

Pupuk ini memang telah menjadi ‘menu wajib’ sahabat-sahabat kita, petani. Saking pentingnya nih pupuk, sampai-sampai para petani merasa tidak percaya diri apabila saat bercocok tanam tidak tersedia pupuk yang mencukupi dan memadai, dalam benak beliau-beliau terbayang kegagalan telah siap menghadang saat panen. Kondisi ini makin parah lagi bila ternyata harga pupuk selangit dan menjadi ‘barang langka’.

Sejarah pupuk dan aplikasinya dapat dikatakan sama lamanya dengan sejarah pertanian itu sendiri. Mulai dari pupuk dengan bahan baku alami dan tradisional, sampai ke pupuk dengan bahan baku lebih komplek dan diproduksi dengan teknologi modern.  Komposisi pupuk dan aplikasinya pun sangat beragam, para pemakai terutama petani harus pandai-pandai dan cermat saat pemilihan dan pemakaian pupuk untuk tanamannya.  Namun sangat disayangkan bahwa pengetahuan lebih mendalam mengenai pupuk ini belum begitu dikuasai oleh para petani sehingga mereka tidak mengetahui  penggunaan pupuk secara aman, benar dan tepat.

Pada tulisan ini, penulis mencoba share mengenai  pengetahuan dasar  pupuk, diambil dan disesuaikan dari berbagai sumber dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembaca dan para pemakai pupuk, terutama sahabat kita, para petani.

Pupuk merupakan bahan atau material yang ditambahkan ke dalam media tanam atau tanaman dengan tujuan agar kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi sehingga tanaman mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik.  Material pupuk tersebut dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral).  Pada perkembangannya, industri pupuk juga memanfaatkan  senyawa-senyawa kimia untuk memperoleh pupuk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Adanya senyawa kimia dalam pupuk dapat menimbulkan resiko kerugian, baik terhadap keselamatan, kesehatan maupun lingkungan.  Oleh karena itu aplikasinya harus memperhatikan aturan-aturan menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja.

Bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam pupuk, efek samping negatifnya dapat diminimalisir apabila penggunaannya dilakukan secara benar dan tepat, memperhatikan standar prosedur, dosis, takaran, dan juga petunjuk pemakaian.  Pada kenyataannya, karena pengetahuan yang minim tentang standar dan prosedurnya, banyak petani mengalami gangguan kesehatan seperti sesak nafas dan keracunan.  Banyak dari para petani saat aplikasi pupuk, misalnya yang mengandung amoniak (NH3+) tanpa memakai sarung tangan dan masker sehingga gas dari pupuk  terhisap dan mengenai kulit secara langsung.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan pupuk adalah :

  1. Mengenali sifat atau karakteristik dari bahan kimia yang terkandung dalam pupuk tersebut. Lihat di label kemasan, selalu tertulis bahan atau senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam pupuk tersebut
  2. Mengetahui tingkat kadar racun yang terdapat dalam pupuk. Kadar racun berbeda dalam setiap jenis pupuk, mulai dari rendah sampai tinggi.  Ini bias dilihat dari etiket yang tertera di label kemasan.
  3. Racun dari bahan kimia dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit, mulut dan paru-paru.  Oleh karena itu saat aplikasi pupuk apalagi pestisida, pengguna harus dilengkapi dengan sarung tangan, google atau kaca mata pelindung, masker hidung, celemek, dan sepatu boot agar masuknya racun ke dalam tubuh dapat diminimalisir bahkan dihindari.

1. Unsur-unsur dalam pupuk

Pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.  Setidaknya ada dua cara untuk mencapainya, yang pertama adalah pemberian pupuk yang dapat langsung diserap oleh tanaman dan pemberian pupuk dengan tujuan meningkatkan effektivitas dan kualitas tanah melalui modifikasi kemampuan tanah dalam menyimpan air dan udara.

Seperti yang pernah dibahas dalam Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan tanaman, untuk pertumbuhan tanaman yang normal sedikitnya dibutuhkan 16 unsur hara essential yakni C, H, dan O yang diperoleh tanaman dari air dan udara, unsur hara makro N, P, K, Ca, Mg, S, dan unsur mikro Fe, Zn, Mn, Cu, Cl, B, dan Mo.

Unsur hara Ca dan Mg tersedia dalam bentuk kapur.  Walaupun kapur dianggap bukan pupuk, namun mempunyai peranan penting sebagai sumber hara Ca dan Mg.  Selain itu kapur juga mempunyai fungsi utama dalam menaikkan pH tanah yang bersifat asam, meningkatkan ketersediaan P dan mencegah keracunan besi dan alumunium.

Unsur Belerang, S, banyak dijumpai dalam bentuk pupuk buatan, sehingga pemupukan dengan belerang secara  langsung jarang dilakukan.  Belerang dapat dijumpai dalam berbagai jenis pupuk dan berpengaruh penting, namun secara hara tidak kritis sehingga sering dianggap tidak begitu penting.

Selain unsur hara mikro, maka tinggal tiga unsur Nitrogen, Posfor dan Kalium yang sering ditambahkan sebagai pupuk.  Oleh karena itu, ketiga unsur ini sering disebut sebagai Unsur Pupuk.

2. Klasifikasi Pupuk

Klasifikasi pupuk perlu dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat, jenis dan macam pupuk.  Klasifikasi dilakukan dengan dasar yang berbeda-beda.  Klasifikasi pada umumnya dilakukan  berdasarkan :

  • Klasifikasi pupuk berdasarkan sumber terjadinya : pupuk alam dan pupuk buatan
  • Berdasarkan senyawa kimianya : pupuk organik dan pupuk anorganik
  • Berdasarkan kandungan haranya, pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk
  • Berdasarkan reaksinya dalam tanah : pupuk asam, pupuk basa dan pupuk netral
  • Berdasarkan bentuknya, diklasifikasikan menjadi pupuk padat dan pupuk cair

2.1 Klasifikasi berdasarkan sumber terjadinya

Pupuk Alam merupakan pupuk yang terjadi secara alami tanpa rekayasa dari manusia atau melalui proses industri atau pabrik.

Banyak yang menyebut bahwa pupuk alam adalah pupuk organik, hal ini karena pada umumnya pupuk alam terdiri dari senyawa organik, meskipun sebenarnya tidak semua pupuk alam terdiri dari senyawa organik, misalnya pupuk posfat alam yang kandungan senyawanya adalah senyawa anorganik.

Beberapa contoh pupuk alam adalah pupuk kandang, sampah tanaman pertanian yang membusuk, kayu lapuk, tepung tulang, dsb

Pupuk buatan merupakan pupuk yang sengaja dibuat di pabrik dengan kandungan unsur hara tertentu.  Pada umumnya kandungan haranya lebih tinggi, mudah larut dan mudah diserap oleh akar tanaman.  Sifat ini yang mendasari tingginya konsumsi terhadap jenis pupuk ini. Instant dan Praktis

Akan tetapi meskipun praktis, pupuk ini mempunyai kelemahan jika penggunaannya tidak terkontrol dan ‘overdosis’ akan mengakibatkan kerugian dan kerusakan terhadap manusia, tanaman itu sendiri maupun lingkungan.  Selain itu, pupuk ini tidak mengandung unsur hara mikro, tapi hanya mengandung unsur hara tertentu saja misalnya N saja seperti yang terkandung dalam pupuk urea

Untuk pupuk buatan ini, secara khusus kita ulas nanti ya…

2.2 Klasifikasi berdasarkan senyawa kimianya

Berdasarkan senyawa kimia yang membentuknya, pupuk diklasifikasikan menjadi pupuk organik dan pupuk anorganik :

Pupuk Organik, merupakan pupuk dengan senyawa organik, senyawa organik ini adalah hasil pelapukan bahan-bahan organik dan biasanya memilki kandungan hara yang rendah.

Pupuk organik mulai banyak dipakai karena mekanisme kerjanya dalam melepaskan Nitrogen lambat dan gradual sepanjang musim.  Pupuk ini juga dapat membantu mempertahankan keadaan fisik pupuk yang baik bila dicampurkan dengan pupuk lain sehingga mempermudah penyebarannya.

Pupuk Anorganik adalah pupuk yang mempunyai senyawa kimia anorganik.  Contoh dari pupuk anorganik ini misalnya pupuk ZA, (NH4)2SO4.

2.3. Berdasarkan kandungan hara

Diklasifikasikan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk

Pupuk Tunggal merupakan pupuk yang hanya mengandung satu unsur pupuk. Unsur pupuk tersebut adalah Nitrogen, Posfor, dan Kalium

Pupuk yang mengandung unsur pupuk lebih dari satu disebut pupuk majemuk. Bila mengandung dua unsur saja, disebut pupuk majemuk tidak lengkap, dan bila mengandung ketiga unsur pupuk (N, P dan K) disebut pupuk majemuk lengkap

2.4  Berdasarkan reaksinya

Pupuk yang apabila dalam aplikasinya dapat menurunkan pH disebut pupuk asam, bila dapat menaikkan pH disebut pupuk basa atau alkali, dan ada juga yang disebut pupuk netral (pH netral)

2.5  Klasifikasi pupuk berdasarkan bentuk

Dibagi menjadi pupuk padat dan pupuk cair

Bentuk pupuk padat berdasarkan ukurannya dapat berbentuk serbuk, kristal, butiran atau granular, pelet, dan tablet

Pupuk padat dapat digunakan melalui tanah atau daun, jika pupuk tersebut mudah larut dalam air, maka pemberiannya dapat dilakukan melalui daun.  Contohnya adalah pupuk urea.

 

————————————————- bersambung

Nah, untuk pembahasan lebih detail, maaf nanti kita sambung lagi  ya secepatnya….

 

 

 

 

Sumber materi :

  1.  Chairani Hanum dkk, Teknik Budidaya Tanaman Jilid 1, Departemen Pendidikan Nasional, 2008
  2.  Wikipedia, Fertilizer

 

 


 

 

Iklan

DIJUAL – ARANG SEKAM PADI BERKUALITAS


New Picture (15)Berhubung meningkatnya  permintaan arang sekam padi kepada kami, terutama dari para pe-hobi  tanaman hias, hidroponik, para petani dan masyarakat umum, maka kami memberanikan diri memproduksi arang sekam padi selain untuk kebutuhan sendiri, juga untuk tujuan dijual ke masyarakat umum.

Arang sekam yang kami produksi berasal dari bahan sekam padi murni dan sudah terbukti kualitasnya.

Adapun mengenai harga, kemasan, dan cara pemesanannya adalah sebagai berikut :

Harga dan Kemasan :

  1. Harga eceran : Rp. 7.000 per kg

  2. Harga per karung : Rp. 20.000, berat lebih kurang 9 kg/karung

  3. Kami juga melayani penjualan dalam jumlah dengan minimal pemesanan 1 (satu) truk double dengan kapasitas 250 karung, harga Rp. 18.000 per karung.

  4. Harga di atas belum termasuk ongkos kirim.

Cara Pemesanan dan Pembayaran :

  1. Pesanan atau order dapat melalui sms dengan format : nama, alamat lengkap, arang sekam, berat/jumlah. SMS kirim ke no : 082315922888 atau 085863553888. Kami akan segera mengirimkan sms balasan untuk estimasi biaya.
  2. Pembayaran dapat dilakukan dengan transfer dimuka melalui Bank BRI, BCA, atau Mandiri dengan no rekening yang tercantum di halaman kanan web ini.

PELATIHAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN ORGANIK


INSYA ALLAH KAMI AKAN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN ORGANIK :

BERTANI     : TANPA PUPUK KIMIA, TANPA MATUN/MENYIANGI/RAMBET, DAN HASIL MELIMPAH

BETERNAK  : TANPA NGARIT, TANPA ANGON, DAN TANPA BAU DENGAN HASIL MAKSIMAL

Waktu  : Minggu, 16 OKTOBER 2016 (08:30 – 13;00)

Tempat :

AULA KANTOR DESA PARUNGSERAB

Jln Parungserab No. 1 Kecamatan Soreang

KAB. BANDUNG – JAWA BARAT  (LIHAT PETA DI BAWAH)

 

Kontribusi setiap peserta : Rp. 100.000,-

Fasilitas  :  Snack dan konsumsi makan siang, serta Makalah

UNTUK KETERANGAN DAN PENDAFTARAN BISA MENGHUBUNGI :

BP. H DEDI NO HP : 081220491970

PETA LOKASI :

Dari arah Bandung, Exit Pintu TOL KOPO (Tol Purbaleunyi) ambil arah KOPO/SOREANG

parungserab1

 

 

 

 

 

 

 

parungserab2