Cara Mudah Membuat Sendiri Pakan Fermentasi Itik – Bebek dengan SOC-HCS


Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam setiap usaha peternakan, termasuk peternakan itik pedaging.  Komposisi pakan yang tepat dengan jumlah yang tepat tentu saja sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan itik.

Saat ini, para peternak tidak perlu pusing untuk mendapatkan pakan dengan komposisi yang sudah ‘ideal’.  Para peternak dimanjakan oleh tersedianya pakan, sebut saja konsentrat  buatan pabrik yang sudah beredar luas di pasaran.

Pakan konsentrat tersebut sudah disesuaikan dengan umur ternak, artinya komposisi nutrisi di dalamnya sudah diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi itik pada umur tersebut, baik pada fase starter maupun grower.

Penggunaan suatu konsentrat buatan pabrik memang praktis, namun belum tentu ekonomis…he he he.  Perhitungan ekonomi juga harus dipertimbangkan, apalagi cost atau biaya pakan pasti menjadi yang paling dominan dari total biaya ternak.  Masalah pakan bagi para peternak selalu menjadi perhatian besar, apalagi harga pakan yang beredar sangat fluktuatif.  Pada saat harga pakan ‘cenderung rendah’, mungkin tidak terlalu jadi masalah, namun pada saat harga pakan tiba-tiba melonjak namun harga jual itik tidak kompak naik, maka masalah yang menghadang.  Boro-boro untung atau balik modal, malah mungkin ‘buntung’ yang dialami.

Nah, ini pula nih yang dialami oleh seorang teman saya di daerah Lampung Timur.  Teman saya tersebut saat ini sedang mencoba beternak itik pedaging jenis lokal.  Pada awal memulai, perhitungan biaya kebutuhan pakan menurutnya masih masuk hitungan.  Namun katanya saat itik masih dalam masa starter (di bawah 2 minggu), eh ternyata harga pakan mulai merangkak naik. Perhitungan dia yang awalnya akan lancar saja, kemungkinan besar akan berantakan apabila biaya pakan tidak bisa ditekan.  Dari kondisi seperti inilah teman saya tersebut ingin mencoba membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada, dan agar nilai nutrisinya naik, akan dibantu dengan fermentasi menggunakan SOC HCS. 

Pada dasarnya, kita bisa membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita. Bahan seperti limbah sayuran, gedebog pisang, ampas kelapa, ampas kopra, dan masih banyak lagi, bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan pakan ternak itik.  Hanya saja, sebelum kita olah menjadi pakan, kita perlu mengetahui kebutuhan nutrisi ternak terlebih dahulu.  Selain itu, kita pun perlu mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat dalam setiap bahan sehingga ‘ramuan’ kita bisa atau setidaknya mendekati lah dengan kebutuhan nutrisi ternak.

Lanjut dulu ya,…..Bahan-bahan yang dia miliki adalah : konsentrat pabrik, limbah sayuran, jagung giling, ubi jalar giling, ampas tahu, dan dedak.  Dan untuk membantu serta mempermudah dia, saya memberikan saran agar lebih baik diketahui dulu kebutuhan nutrisi untuk itik-nya yang sekarang mau berumur lebih dari 2 minggu dan komposisi nutrisi yang terkandung dalam setiap bahan.  Ya tentu saja saya sarankan berdasarkan data yang sudah ada saja (cari gratisan di internet…hehe), karena kalau harus uji ke laboratorium malah makin runyam…..terutama biayanya.

Akhirnya, dia dapatkan tuh data-data kebutuhan nutrisi untuk itik-nya yang mau masuk umur lebih dari 2 minggu, beserta kandungan nutrisi dalam setiap bahan.

UMUR Energi Metabolisme (EM) % Protein Kasar (% PK) % Lemak Kasar (% LK) % Serat Kasar (% SK) % Kalsium % Fosfor
Starter (0-2 minggu) 3000 20-21 6,5 4 0,7 – 1,1 0,6
Grower (1/2 – 5 bulan) 2700 15-18 6,5 4 0,6-1,0 0,6
Layer (6 bulan) 2900 17-19 5 5 2,9-3,25
Sumber : Balitnak
Tabel Nutrisi Bahan
Energi Metabolisme (EM) % Protein Kasar (% PK) % Lemak Kasar (% LK) % Serat Kasar (% SK) % Kalsium % Fosfor
Limbah sayur 300 3  0 1.1  0  0
Jagung giling 3300 8.5 3.9 2 0.02 0.2
Ubi jalar giling 3000 4.3 0.8 2.3 0.15 0.1
Ampas tahu 2830 25.65 5.31 14.52 0 0
Konsentrat 2500 38 2 6 12 1.2
Dedak 2400 12 13 11.4 0.07 0.21

Oh iya, umur itiknya adalah 15 hari, berarti sudah lewat fase starter.  Adapun komposisi yang dibuat adalah sebagai berikut :

 

Tabel Nutrisi Hasil Pencampuran Bahan

per berat  100 kg Berat EM % PK % LK % SK % Ca % P
Limbah sayur 10 30 0.3 0 0.11 0 0
Jagung giling 35 1155 2.975 1.365 0.7 0.007 0.07
Ubi jalar giling 15 450 0.645 0.12 0.345 0.0225 0.015
Ampas tahu 15 424.5 3.8475 0.7965 2.178 0 0
Konsentrat 15 375 5.7 0.3 0.9 1.8 0.18
dedak 10 240 1.2 1.3 1.14 0.007 0.021
Total 100 2674.5 14.6675 3.8815 5.373 1.8365 0.286

Berdasarkan tabel di atas dan kita bandingkan dengan kebutuhan nutrisi itik di fase grower, ya lumayan lah buat pemula….hehehe.  Apalagi perhitungan tersebut tanpa mempertimbangkan faktor lain misalnya % TDN.  % TDN ini sangat penting, tapi lain kali lah kita bahas lagi ya masalah % TDN ini.  Yang agak kurang misalnya % protein diharapkan mengalami kenaikan setelah dilakukan fermentasi dengan SOC HCS.

Selanjutnya semua bahan kemudian difermentasi dengan 5 tutup botol SOC HCS + 200 gram gula + air.  Fermentasi dilakukan selama 24 jam.  Setelah 24 jam, bahan dibiarkan terbuka dulu selama lebih kurang 30-60 menit, kemudian diberikan.

Setelah dicoba, teman saya mengirimkan video saat itiknya berebut pakan hasil fermentasi :

Saya menyarankan agar dia juga memantau terus perkembangannya, dan semoga saja di minggu berikutnya teman saya tersebut bisa berbagi perkembangan itiknya…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s