MENANAM JAHE MERAH MUNGKINKAH JADI MILYUNER ?


jaheMenanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner ?, judul tulisan ini  koq seperti yang pesimistis ya…tenang dulu.  Bagi saya, lebih baik judul itu yang dipakai, daripada terlalu bombastis.  Judul itu pun bukan berarti tanda seseorang yang pesimistis kan ?  Saya hanya ingin mengajak anda bersikap realistis, menentukan target dulu, mempelajari dan memperhitungkan dulu segala sesuatunya sebelum anda bercita-cita menjadi milyuner dari  menanam jahe merah.  Silahkan baca lanjutan tulisan ini…

Jahe Merah (Nama ilmiah : Zingiber officinale var.rubrum)

tanaman-jahe-merahSekarang siapa sih yang tidak kenal JAHE. Tanaman yang sangat populer di Indonesia, sekoteng, bandrek dan wedang adalah beberapa produk minuman yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Hampir setiap malam, terutama di daerah perkotaan, kita sering disapa oleh para penjual keliling minuman tersebut. Atau sekarang coba tengok kalau kita pergi ke mini market atau swalayan, selalu ada produk-produk dengan bahan dasar jahe yang mejeng rapi di rak-rak etalase.

Tidak secara tiba-tiba pamor jahe ini begitu tenar, namun tanaman ini sudah sekian lama diketahui manfaatnya oleh orang tua kita sejak dulu. Pemakaiannya begitu meluas karena ternyata manfaatnya sangat banyak. Tidak hanya dipakai sebagai salah satu bumbu pelengkap masakan saja, namun juga ternyata banyak pula digunakan untuk tujuan di bidang kesehatan, terutama untuk jenis Jahe Merah.

Beberapa manfaat dari  jahe di bidang kesehatan tersebut dapat saya sebutkan sebagai berikut :

  • Sebagai obat herbal
  • Sebagai antioksidan, antiinflamasi, analgesik, antikarsinogenik (anti kanker), dan kardiotonik (penguat fungsi jantung)
  • Pencegah Obesitas
  • Anti diare dan mual
  • Anti hiperlipidemia (lemak berlebih)
  • Melancarkan aliran darah
  • Obat untuk kolesterol

Apabila anda masih kurang percaya mengenai manfaat jahe yang saya sebutkan tersebut, anda boleh lihat deh di hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian DI SINI atau anda boleh lihat juga di DOWNLOAD AREA.

Bagi anda yang belum mengetahui mengenai sejarah, asal muasal dan klasifikasinya, serta ingin kenal lebih dekat dengan Jahe, saya sudah siapkan dari Wikipedia DI SINI atau di DOWNLOAD AREA.

Setelah anda baca mengenai manfaat jahe, jenis dan klasifikasinya,  terutama Jahe Merah, mari kita lanjutkan ke analisa peluang usaha. Terdapat beberapa faktor, menurut saya, yang perlu kita perhitungkan, mari kita mulai (kalau ada yang kurang, tambah sendiri ya…hehehe)

Faktor yang Memungkinkan Budidaya Jahe Merah Menguntungkan

Mari kita urai beberapa yang mungkin akan menjadi faktor menguntungkan atau mendukung keberhasilan budidaya jahe merah

  1. Permintaan terhadap Jahe Merah masih cukup tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.  Silahkan anda browsing dan searching mengenai permintaan produk agro ini.
  2. Tanaman Jahe bisa tumbuh pada ketinggian 0 – 2.000 m.dpl. sehingga cakupan tempat budidaya relatif luas.
  3. Teknis budidaya relatif mudah, dengan menggunakan media tanam di dalam polybag ataupun karung bisa dilakukan. Dengan demikian lahan yang dibutuhkan tidak perlu luas, kita bisa memanfaatkan lahan di pekarangan atau halaman rumah yang tidak produktif. Cara atau teknik budidaya pun sudah banyak tersedia dan banyak dipraktekkan. Anda pun dapat melakukan budidaya jahe merah sistem organik dengan mudah.
  4. Harga jual jahe merah menurut perkembangan pasar saat ini memang tidak setinggi seperti tahun-tahun sebelumnya, namun saya lihat masih memiliki nilai ekonomis. Apalagi bila dilakukan pengolahan jahe menjadi produk turunan, misalnya serbuk jahe dan gula, harganya tentu akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding harga jahe mentah .
  5. Belum begitu banyak yang melakukan budidaya jahe, meskipun di beberapa daerah sudah menjadi komoditi andalan, tengok misalnya di beberapa daerah di Sukabumi, Tasikmalaya atau di daerah Brebes, tanaman ini menjadi salah satu komoditi andalan daerah.
  6. Biaya yang harus dikeluarkan relatif rendah. Kita hanya perlu menyediakan polybag atau karung, tanah, pupuk, dan bibit serta biaya pemeliharaan yang tidak begitu besar, apalagi bila dilakukan oleh kita sendiri.

Hambatan Budidaya Jahe Merah

  1. Kualitas jahe harus benar-benar diperhatikan karena hal ini akan menentukan harga jual. Sekedar info, kualitas jahe Indonesia masih di bawah negara lain (ga percaya ? browsing dong…). Bagaimana cara mengatasinya ? Pola budidaya organik yang telah dilakukan oleh beberapa mitra HCS  terbukti dapat menanggulangi masalah kualitas ini.  Jadi tidak perlu khawatir, kita bisa sharing koq…
  2. Serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit ini akan berhubungan dengan kualitas dan jumlah hasil budidaya. Namun masalah penyakit dapat ditekan dan dicegah apabila teknis budidaya kita mengikuti pola yang benar.
  3. Penjualan hasil budidaya. Hal ini memang menjadi masalah klasik di Indonesia, hampir untuk semua komoditi. Belum ada regulasi yang jelas mengenai sistem penjualan maupun patokan harga.  Tapi ga usah pusing, mengenai penjualan komoditas jahe ini, mungkin anda bisa menjual langsung ke distributor, pasar, industri jamu atau minuman, atau anda menjalin kerja sama dengan kelompok tani jahe misalnya di Sukabumi, Tasikmalaya maupun Brebes yang sudah terlebih dahulu mapan untuk ikut nebeng jual. Yang penting, kita harus usahakan mendapatkan harga beli yang layak dan masih mempunyai nilai ekonomis sedang-tinggi. Ironis memang, sebagai contoh, minggu kemarin saya pergi belanja ke sebuah swalayan terkenal, iseng-iseng lihat harga jahe gajah yang dijual Rp. 19.850,-/kg, kemudian iseng juga nelpon ke ‘pengepul jahe’ yang ternyata menerima jahe gajah dengan harga beli Rp. 8.000,- saja……hadduh

Teknis Budidaya Jahe Merah

Setelah menimbang mengenai peluang dan kemungkinan hambatannya, mari kita pelajari teknis budidaya tanaman yang satu ini agar kita sama-sama mendapat gambaran umum yang lebih lengkap.  Banyak pola tanam yang bisa kita terapkan, di sini saya akan coba bahas teknis budidaya organik jahe merah menggunakan pola HCS.  Namun sebelumnya coba kita pelajari secara umum karakteristik tanaman jahe berikut ini :

Syarat tumbuh :

  •  Iklim : Tanaman jahe memerlukan curah hujan antara 2.500-4.000 mm/thn
  • Pada umur 2,5 – 7 bulan perlu cukup sinar matahari. Artinya, tanaman ini harus berada di tempat terbuka agar cukup sinar matahari sepanjang hari
  • Suhu udara yang optimal adalah 20 – 35 derajat Celcius
  • Secara umum dapat tumbuh pada keasaman tanah dengan pH 4.3 – 7.4, kecuali untuk jenis Jahe Gajah pada pH 6.8 – 7.0
  • Tumbuh baik pada tanah subur dan gembur, serta banyak mengandung humus

Persiapan Bibit atau Benih Jahe Merah

Kita dapat melakukan penanaman dari bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau sudah bertunas antara 5-10 cm.  Namun apabila tidak tersedia, kita dapat menyemaikan bibit dari bentuk rimpang.  Apabila menyemaikan sendiri, perhatikan kualitas rimpang yang akan disemaikan.  rimpang untuk disemaikan haruslah berasal dari induk yang cukup tua umurnya, permukaan rimpang mengkilat dan tidak cacat serta tidak terlihat ada bekas diserang hama.

1. Teknik Persiapan Rimpang

Rimpang yang akan disemaikan (tentunya setelah diseleksi), dibersihkan dan kemudian dijemur namun hati-hati jangan terlalu kering. kemudian…..

  • Simpan selama 1 – 1.5 bulan.
  • Patahkan rimpang dengan tangan, yang mana setiap potongan tadi memiliki 3 – 5 mata tunas, kemudian dijemur kembali selama 1/2 sampai 1 hari (lihat cuaca).
  • Masukkan potongan rimpang tersebut ke dalam karung
  • Buat larutan PHEFOC HCS, dengan dosis : 1 tutup botol PHEFOC dilarutkan ke dalam 14 liter air, kemudian ditambah 2 sendok makan gula pasir, aduk sampai rata dan biarkan selama 15 menit.
  • Potongan rimpang yang sudah dalam karung kemudian dicelupkan ke dalam larutan PHEFOC selama 15 menit. Angkat dan tiriskan. Tujuan perendaman dengan PHEFOC adalah agar bibit terbebas dari patogen asal penyakit dan memiliki daya tahan lebih tinggi untuk mendapat serangan penyakit, ya mirip di-immunisasi dulu lah…
  • Selama menunggu proses ‘pe-nirisan’, buatlah larutan SOT HCS dengan dosis : 5 tutup botol SOT dilarutkan ke dalam 14 liter air, dan ditambahkan pula 3 sendok makan gula pasir. Aduk hingga rata dan biarkan selama 15 menit
  • Setelah cukup ditiriskan, bakal bibit tadi kemudian direndam selama kurang lebih 6 jam dalam larutan SOT HCS yang telah dibuat tadi.  Tujuan perendaman dengan SOT adalah agar nantinya bibit dapat tumbuh dengan baik dan sehat terutama pada saat-saat awal penanaman
  • Setelah 6 jam, karung berisi benih tersebut kemudian ditiriskan sampai kering. Dan benih sudah siap untuk disemaikan.

2. Teknik Penyemaian Rimpang

Beberapa cara dapat dilakukan untuk penyemaian bibit jahe dari rimpang ini. Dengan menggunakan sistem kotak kayu atau dengan cara membuat bedengan.  Kali ini saya ulas penyemaian dengan memakai kotak kayu.

  • Buat kotak kayu dengan ukuran misalnya 50 x 100 cm dengan tinggi 10 cm. Bentuknya seperti nampan. Tahu nampan kan ?
  • Buat campuran tanah untuk media semai dengan bahan campuran : tanah dan pupuk bokashi (lihat cara membuat Pupuk Bokashi), perbandingannya adalah tanah : pupuk bokashi = 3 : 1
  • Kemudian campuran tanah tersebut masukkan ke dalam kotak dan disebar secara merata
  • Benamkan potongan-potongan rimpang jahe ke dalam tanah tersebut. Kemudian tutup tipis dengan tanah atau daun kering
  • Lakukan perawatan dengan cara menyiram media semai tadi dengan air 2 kali sehari
  • Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian berkisar antara 2-4 minggu. Sabaar…

Teknik Penanaman Jahe

Teknik penanaman jahe berikut yang saya pilih adalah dengan memanfaatkan media tanam dalam polybag atau karung.  Di sini saya memilih karung karena kebetulan mudah diperoleh dan murah, meskipun katanya rada-rada rapuh kalau sudah lama, tapi coba saja lah.  Teknik memakai polybag atau karung ini banyak juga yang menyebut sebagai cara budidaya tanaman vertikultur, artinya budidaya tanaman secara vertikal atau bertingkat.

1. Alat dan Bahan

  • Karung (disini saya memakai ukuran 40 x 100 cm), jumlah terserah anda. Saat ini saya siapkan 100 karung
  • Sekop atau cangkul, untuk mengaduk
  • Ember
  • Pupuk Bokashi
  • Tanah

2. Penanaman Bibit

  • Buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3 : 1.
  • Masukkan campuran tanah tersebut ke dalam karung dengan ketinggian kurang lebih 15 cm atau 1/5 tinggi karung.  Untuk memudahkan, sebelumnya tekuk dulu permukaan karung bagian atas.
  • Ambil rimpang jahe hasil penyemaian, patah-patahkan rimpang jahe tersebut dengan tangan menjadi 2-3 ruas, yang mana setiap ruas minimal terdapat 2 mata tunas
  • Bibit jahe kemudian ditanam 3-5 cm ke dalam tanah dalam karung tadi.  Setiap karung dapat diisi beberapa titik tanam, atur misalnya 2 – 3 titik tanam. Rata-rata sih katanya kira-kira 200 gr bibit cukup untuk satu karung.
  • Atur penyimpanan karung posisinya lebih tinggi dari permukaan tanah. Buat kolom gundukan tanah memanjang, setiap gundukan kolom bisa diisi 2-3 baris karung. Contoh misalnya seperti pada foto di bawah ini :

 deretan karung-jahe

3. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Jahe

Tahap berikutnya adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman.  Kegiatan ini meliputi penyiraman tanaman, pemberian pupuk dan penanggulangan penyakit

  • Pada tahap awal, lakukan penyiraman air secara teratur dan rutin pagi dan sore selama kurang lebih seminggu, bertujuan agar tunas tidak kering dan layu
  • Selanjutnya, penyiraman dilakukan sehari sekali kecuali pada kondisi kemarau sebaiknya penyiraman dilakukan dua kali
  • Pada usia tanaman 2 – 4 minggu lakukan penyemprotan atau penyiraman dengan fermentasi SOT.  Sebelumnya lakukan fermentasi larutan dengan dosis : 5 tutup botol SOT + gula pasir 3 sdm + urine ternak 2 liter + feses ternak cair 2 liter. Fermentasi dilakukan selama 24 jam, kemudian larutkan dalam 15 liter air. Kemudian baru digunakan untuk menyemprot atau menyiram
  • Penyemprotan dengan SOT bergantian dengan PHEFOC dengan interval 2-4 minggu sekali
  • Pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat keluar rimpang jahe ke permukaan, lakukan penimbunan dengan campuran tanah dan bokashi (perbandingan tanah : bokashi tetap 3 : 1). kurang lebih setinggi 10 cm
  • Selalu lakukan penyiangan media tanam dari hama berupa gulma/rumput agar tidak mengganggu pertumbuhan rimpang
  • Penimbunan dilakukan terus secara berulang sampai  tanaman jahe berusia sekitar 8 bulan atau sampai karung terisi penuh dengan tanah
  • Rata-rata usia optimal penanaman jahe berkisar antara 8 – 10 bulan, ditandai dengan mulai mengeringnya daun
  • Dengan pola tanam seperti ini, diharapkan hasil panen jahe per karung mencapai minimal 10 kg

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama  yang paling sering menyerang tanaman jahe adalah kepik, ulat penggesek akar dan kumbang. Sedangkan penyakit berupa penyakit layu bakteri, busuk rimpang, dan bercak daun. Untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe merah ini, saya akan coba share dan ulas agak detail nanti di tulisan berikutnya….

Tentang Hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman jahe bisa dibaca DI SINI dan DI SINI

Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Jahe merah

Analisa ini saya lakukan secara praktis berdasarkan rencana penanaman pada 100 karung media tanam.  Yang diperhitungkan adalah total biaya yang dikeluarkan meliputi modal awal dan biaya pemeliharaan dibandingkan dengan target pemasukan uang berdasarkan hasil penjualan tanaman jahe.

1. Biaya yang saya keluarkan meliputi :

  • Karung                  : 100 karung x Rp. 600,-     = Rp. 60.000,-
  • Pupuk Bokashi    :                                             = Rp. 50.000,-Karena saya belum mempunyai limbah ternak sendiri, jadi terpaksa saya beli dulu kotoran ternak.
  • Bibit Jahe              :  100 karung x Rp. 1.000   = Rp.100.000,-
  • Pupuk SOT dan PHEFOC                                  = Rp.250.000,-
  • Ongkos kerja : Gratis, kerjain aja dulu sendiri.  Kalaupun minta bantuan, mungkin cukup keluar uang Rp.100.000 untuk pengerjaan membuat campuran tanah dan memasukkan ke dalam karung
  • Lain-lain atau tidak terduga                         = Rp.500.000,-                                                  TOTAL Biaya yang sudah dan akan saya keluarkan  =  Rp. 960.000,-

2.  Hasil Penjualan Jahe Merah

Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan. Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau polybag dengan cara di atas dapat mencapai 10-15 kg/karung.  Bahkan ada diantara salah seorang mitra HCS dapat mencapai produksi 20 kg/karung. Di sini, saya berandai-andai panen per karung anggap saja hanya mencapai 5 kg/karung.  Jadi perkiraan total hasil panen 100 karung x 5 kg = 500 kg

Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,- tergantung pembeli dan kualitas tentunya.  Saya berandai lagi di sini, harga jual yang akan saya peroleh anggap saja rendah yaitu Rp. 6.000,-/kg (berdasar informasi pengepul minimal Rp.8.000,-/kg).

  • Hasil penjualan : 500 kg x Rp. 6.000  =  Rp. 3.000.000,-

Keuntungan atau laba : Rp. 3.000.000,- – Rp. 960.000,- = Rp. 2.040.000,-

Parameter kelayakan usaha : B/C rasio  :  3.125, atau anggap saja jelek-jeleknya di 2.0

B/C ratio menunjukkan angka di atas 1, ini menandakan usaha budidaya jahe merah masih termasuk layak.

Gambaran Peluang Usaha

Menurut analisa secara umum di atas, budidaya tanaman jahe merah dengan sistem organik HCS masih layak untuk dilakukan (Benefit Cost ratio 3.125). Karena masih layak, saya sekarang sedang merintis untuk membuktikan aplikasinya langsung, ya semoga saja lancar…

Rencana saya malah akan melakukan penanaman setiap bulan sekali. Kenapa akan saya lakukan seperti itu ? Karena nantinya mulai pada 8 – 10 bulan mendatang, saya berharap bisa panen Jahe setiap bulan. Artinya, mudah-mudahan setiap bulan saya akan mendapat tambahan pemasukan uang minimal  Rp. 2.040.000,-/bulan.

Apabila prospeknya stabil dengan trend yang bagus, kemungkinan saya akan menambah jumlah media tanam lebih dari 100 karung, why not ?  Kalau per karung butuh lahan 1 meter persegi, maka saya akan butuh minimal total 800 meter persegi.  Masih kurang lahan ? Mungkin saya akan coba pola penyimpanan media tanam bertingkatWhy not II ? Targetnya adalah meningkatkan jumlah hasil panen per karungnya, dengan demikian meskipun harga relatif tetap, saya akan mendapat keuntungan lebih dari jumlah panen yang meningkat. Dan bagi anda yang memiliki lahan 1 (satu) are atau bahkan berhektar-hektar silahkan anda hitung sendiri potensi yang dapat dihasilkan.

Jadi, bagaimana menurut anda ? Menanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner ?

Jawaban saya sih mungkin saja, sejauh kita berani bekerja keras dan berusaha. Untuk tahap awal, tidak apa-apa lah saya rela jadi Jutawan dulu….heheNext, bukan hal yang tidak mungkin saya jadi seorang Milyuner sukses dari budidaya Jahe Merah !!

Coba anda lihat juga sekilas video budidaya jahe di sini….

Cekidott….

Iklan

245 thoughts on “MENANAM JAHE MERAH MUNGKINKAH JADI MILYUNER ?

  1. Ping balik: HAMA DAN PENYAKIT YANG SERING MENYERANG JAHE (Bag. 1) | Organic HCS

  2. Ping balik: HAMA DAN PENYAKIT YANG SERING MENYERANG JAHE (Bag. 2) | Organic HCS

  3. dwi

    saya juga tertarik untuk menanam jahe merah ini pak. mungkin nanti saya bisa tanya2 kalau kurang jelas..terimakasih

    Balas
    1. aunur rofiq

      saya tertarik untuk budi daya jahe merah… tapi saya masih awam…. langkah apa saja yang harus saya lakukan apabila saya mencoba untuk menanam 10-50 tanaman dulu? perlu di ketahui saya akan menanam di loteng/atap rumah yang apabila siang sinar matahari langsung terasa

      Balas
      1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

        langkah awal yang bagus untuk mencobanya dulu. Tahap awal tentu saja anda harus menyiapkan polybag, pupuk bokashi untuk media tanam, bibit dan pupuk

        Balas
  4. tatang

    kayaknya ok jg saya mau coba lah…. cuma kalo memungkinkan nanti sy perlu konsul lebih intensif lagi terkain teknik penanaman jahe ini ga perlu berangan2 jadi miliuner tpi sekedar menyalurkan hobi aja dulu

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih telah berkunjung,…silahkan konsultasi via email atau sms. Tenang,…yang berawal dari hobi biasanya bisa menghasilkan sesuatu yang lebih luar biasa. Sukses !

      Balas
  5. M. aldiawan

    mantap, artikel saudara memotivasi saya tuk mencoba usaha sampingan di bidang pertanian walaupun basic saya tehnik civil tp pertanian membuat saya lebih bergairah.. makasih semoga Allah Swt senantiasa melindungi & menganugerahkan ilmu yang bermanfaat buat kita semua…

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih telah berkunjung dan alhamdulillah bila tulisan saya menginspirasi anda. Itulah luasnya ilmu pengetahuan, dan bila dicermati ternyata semua cabang ilmu pengetahuan saling berhubungan erat. Dan oleh sebab itulah, proses ‘selalu belajar’ tidak boleh berhenti. Pemilihan basic yang berbeda hanya cara untuk mempermudah belajar saja. Terima kasih kembali, dan semoga sukses, Amiin…

      Balas
  6. bayu

    Terima kasih sharingnya, saya lagi cari tanaman untuk lahan seluas 300m persegi, dan saya baru belajar

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Sama-sama Mas Bayu, banyak jenis tanaman yang bisa dipilih. Lahan seluas itu dapat dimanfaatkan untuk beragam tanaman. Yang penting, pelajari dulu jenis tanaman yang paling cocok dengan jenis dan karakter tanah lahan tsb, lokasi, dan pilih tanaman yang relatif mudah dibudidayakan, dan cukup memiliki nilai ekonomi. Selamat berkarya…dan sukses

      Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      jangan terlalu takut dengan pemasaran, masih banyak yang membutuhkan, perlu banyak informasi dan komunikasi yang dilakukan. Yang jelas, dimana ada kemauan disana selalu ada jalan…

      Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Mas Widodo, usia tanam 3-4 bulan memang masa kritis tanaman jahe, yang mana sangat mudah terserang penyakit. Kalau gejalanya hanya daun menguning, ada kemungkinan terkena Layu Bakteri namun periksa kondisi batangnya juga. Namun bila gejala kuning diikuti pertumbuhan yang lambat/kerdil, ada kemungkinan terserang nematoda. Pengendalian akan lebih mudah bila Mas menanam di polybag atau karung. Silahkan Mas baca juga tulisan di website ini mengenai Penyakit yang Paling Sering Menyerang jahe (bag. 1 & 2). Semoga cukup membantu masalah ini.

      Balas
  7. rahmawati

    assalamualaikum
    artikelnya sangat bangus, sya hanya mau menawarkan bibit jahe merah organik yang siap tanam ke polibag atau karung. yang berminat bisa hub. ke email sya : w.rahmadzakya@gmail.com atau di 085647553092
    terimakasih

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Waalaikumsalam. Terima kasih Bu Rahmawati, silahkan…dan tolong alamat e-mailnya Bu, ada rekan kita yang menanyakan bibit jahe tunas…silahkan share ke saya

      Balas
  8. Pak Koes

    pak taufik saya ingin memanfaatkan pekarangan rumah saya utk menanam jahe, sekaligus belajar bertanam, bagaimana cara memperoleh bibit jahenya ya.;.?

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih Pak Koes atas kunjungannya, mengenai bibit jahe rimpang, anda bisa menghubungi kami via email atau sms untuk mengetahui jumlah yang anda butuhkan. Insya Alloh kami bisa bantu siapkan. Dan untuk bibit jahe tunas, kita tunggu dulu contact info Bu Rahmawati, belum share…Terima kasih

      Balas
  9. wiganda

    Ulasan yg sangat menginspirasi, mau ikut coba juga di pekarangan. Terimakasih ilmunya semoga sukses utk penulis dan yg membacanya.

    Balas
  10. rohman

    sangat bagus sekali buat masukan, dan sangat inspiratif, apakah biasa di buat kerjasama baangkali mas didik bisa mnyediakan bibit, dan sklaian mnjadi pengepul kalo nanti sudah panen

    Balas
  11. Govin

    Makasi untk info nya..saya sudah 3 tahun ini menanam jahe di daerah sumut,yg mau sy tanyakan waktu panen yg tepat dgn harga yg bagus kira2 di bulan brapa? Soal nya sy menjual hsl panen(jahe putih) dgan hrg sgt murah.sy sgt brtrmksh untk info nya..pa

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Harga jahe saat ini, terutama di Jawa cukup fluktuatif, awal tanam tidak berbarengan. Dalam sebulan terakhir ini saja mungkin telah terjadi dua kali kenaikan. Namun secara umum awal tanam banyak dilakukan di awal musim hujan, dan bisa diperkirakan kapan kira-kira supply di pasaran cukup banyak.

      Balas
  12. didi

    assalamu alaikum…terima kasih sudah banyak menginspirasi…saya tinggal di tegal jateng apakah cocok juga untuk jahe merah.?. untuk pengadaan bibit yang terdekat d mana pak? .mtr suwun.

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      wa’alaikum salam…alhamdulillah bila tulisan saya sudah menginspirasi anda. Tanaman jahe termasuk tanaman yang ‘friendly’ dan tidak ribet syarat-syarat tumbuhnya, termasuk di Tegal. Pelajari mengenai syarat tanam-nya, termasuk ketinggian tempat (0-2000 m dpl), suhu, dan kecukupan sinar matahari, serta yg penting kecukupan nutrisinya. Untuk bibit, daerah terdekat mungkin bisa anda peroleh di Brebes, kalau masih kesulitan anda silahkan kontak saya. Terima kasih

      Balas
  13. gotri5

    saya sudah memulai dengan menanam 200 plibag.saya di tegal ,banjaran.tapi memang untuk tehnis nya sendiri saya masih sangat awam.trimaksaih artikel ini sangat bermanfaat.shering selalu pa…………………

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih dan alhamdulillah kalau artikel saya bisa bermanfaat…mudah-mudahan saya masih bisa sharing. Semoga sukses Mas tanam jahe di 200 polybag-nya…

      Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih atas pendapatnya. Benar sekali, kalau menanam 100 karung dan dilakukan hanya sekali dilanjutkan menunggu setahun panen, bukan hanya rugi saja, tapi akan banyak waktu dan tenaga terbuang percuma.Artikel ini saya share agar kita selalu memiliki konsep dan perhitungan dalam setiap kegiatan,konsep bertanam setiap bulan memungkinkan hasil rutin setiap bulan setelah panen pertama. Selama menunggu tahun pertama, banyak kegiatan yang bisa anda lakukan selain bertanam dan mengurus jahe, dan itu bukan merupakan suatu kerugian. Setidaknya,kita memiliki target yang jelas dan perencanaan. Mengenai 100 karung, memang perlu lahan yang relatif luas, apalagi menambah tiap bulan dengan jumlah yang sama. Jumlah tersebut bisa diatur sesuai dengan potensi lahan yang ada.Dan memang,..tidak ada keberhasilan yang instan, semua berawal dari harapan, rencana terukur, kerja keras, pengorbanan, dan tentunya do’a. So,..tetap semangat !

      Balas
      1. Abdul Maal

        Pak Didik yg baik,
        secara kebetulan saya adalah pengembang Jahe Gajah beberapa tahun Lalu dan sampai saat ini, namun untuk Jahe merah saya belum peroleh bibitnya ( rimpangnya ) untuk itu di manakah bibit tersebut dapat di peroleh dan berapa hargnya per Kg.
        jika ada info mohon sampaikan ke saya
        wass
        Maal

        Balas
    1. effirman azizy

      mas Dayan , jahe yang 5.000 itu jahe gajah , kalau jahe merah saat ini pasar Tangerang sekitar 25.000 jahe emprit / lokal rp 15.000. Salam kenal Azizy

      Balas
  14. FRANSISKUS BASTIAN

    Terima kasih buat tulisan yg sangat Inspiratif bang…klo boleh sharing.
    sy lagi bingung bang cari pembeli jahe gajah.november 2012 sy mulai tanam jahe gajah menggunakan lahan2 tidur keluarga(sy sediakan bibit mereka yang menanam dan merawatnya,).total bibitnya hampir 1 ton. Tahun 2013 sy tida panen krn tida ada pembeli.hitungan kasar klo dipanen kurang lebih 20 ton,krn perawatannya seadaanya.(maklum di kampung)…bisa ya bang hubungi sy dgn bang dyan tasirandan/mungkin ada calon pembeli lain yang berminat.hubungi sy di nmr.081 237 367 878.

    Balas
  15. adhy sebastiano

    pak didik mohon informasinya.. saya ingin tanya.. saya berada di daerah kebumen jawa tengah.. yang ingin saya tanyakan dimana tempat pengepul yg bisa membeli jahe saya. lkarna di daerah tempat saya jahe haya di hargain 1500 per KG..
    Mohon petunjuk .. terima kasih

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      harganya terlalu murah mas…coba iseng cek langsung ke pasar, harga jual jahe dengan jenis yang sama dijual berapa di tingkat pasar….atau ada yang tahu rekan lain di sekitar Kebumen dimana pengepul terdekat untuk banding harga

      Balas
  16. SULTONI

    terima kasih tulisannya pak taufik, saya sangat tertarik untuk segera menanam jahe merah ini. tapi saya masih bingung untuk cara pembuatan media tanamnya, cara memperoleh benih jahe merah dan mungkin pemasaranya nanti. saya tinggal di Cilacap nie, semoga bisa mengukir sukses bersama anda. amiin…!

    Balas
      1. lia

        asalammualaikum mas dikdiktaufik sudah seminggu ini saya baca tulisan sampean dan sangat tertarik rencana saya ingin mencobanya seandainya saya menyediaka 100 karung atau polibeg berapa kilo ya jumlah bibit jahe merah yang harus saya beli dan berapa harga bibit jahenya per kilo

        Balas
          1. lia

            asalam, mas sampean belum jawab pertanyaan saya berapa perkilonya dan melihat lokasi saya ada di daerah lampung utara apa sampean bisa mengirimkan bibit yang jumlahnya cuma dua kilo saja soalnya saya kan baru mau mencoba jadi sedikit dulu…?????

          2. muhammad edi

            Ass…wr.wb..pak didik, sy tinggal di samarinda ( kaltim) apa ada agen nggak utk dapatkan bibit jahe merah di sana

        1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

          wassalamualaikum…untuk 100 karung atau polybag, rata-rata dibutuhkan 1 – 1.5 kg bibit. Harga bibit berkisar di Rp.26 ribu per kg, Insya Allah saya bisa kirimkan

          Balas
  17. yuli

    pak gimana cara pesan bibit jahe merah?saya kok ingin mencoba menanamnya.harganya berapa perkilo? saya pesan 1 kilo dulu untuk percobaan dan tolong dibantu jika ada kesulitan ya?

    Balas
  18. asdar

    pa. DikDik Taufik gmn cara pemasarannya? soalx sy jg cb2 budidaya jahe merah namun di Kab. Kolaka Sulawesi Tenggara sangat sulit memasarkan dlm jumlah besar. mksh sebelumnya.

    Balas
  19. Ario

    Ulasan jahe anda mantaap….
    Saya Aryo tinggal di cimahi sementara ini tinggal di Australia selatan.
    Sy tertarik ingin coba trial skala demplot dulu.
    Apa bpk bs bantu saya untuk bibit jahe yg betul2 terpercaya.
    Saya akan coba tanam jahe merah, emprit & gajah @10 bibit utk saya pelajari budidaya step by step sblm skala mass prod
    Sekalian saya mau beli obat2 an dari HCS.
    utk pupuk bokashi apa bpk bisa bantu kirim dlm bentuk jadi untuk media tanam 30polybag
    Mohon di kalkulasi berapa semua biaya nya
    Apa Whatapp atau BBM utk media konsultasi
    Selama saya tinggal di Australia byk hal baru di pertanian yang akan sy coba terapkan di jahe ini.
    Mohon di emailkan ya pak.
    Maaf baru kenal sudah byk minta nya
    trims

    Balas
    1. bpk.Nur

      saya baca australia banyak butuh komoditi jahe dan harganya sangat mahal, sedangkan yang export jahe ke sana jarang. saran saya coba pak ario cari hubungan untuk export jahe ke sana..

      Balas
    2. indarman

      Pak aryo, tlg cari pemasarannya utk jahe merah karena rata2 utk pemasarannya sulit coba cari yg bisa bantu eksport ke australia.tq

      Balas
  20. IBNU

    maaf saya mw tanya gan,,,
    saya tinggal di kediri jatim, saya sangat berminat dengan info jahe yang agan infokan,,,
    Tapi ada satu pertanyaan :
    Seandainya di tanam di bekas kolam gmn gan????
    Soalnya klo ditanam di bekas kolam kan tentunya lingkar pembatas (semua sisi persegi panjangnya) sudah tinggi semua (kisaran 1 m),,,,
    terima kasih sebelumnya,,,

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Di bekas kolam dan ada dinding 1 m tidak masalah, yang penting masih bisa disinari matahari. Pohon di sekitar kolam yang terlalu rimbun mungkin harus sedikit dipangkas agar tidak terlalu menghalangi sinar matahari

      Balas
  21. yansen silalahi

    Sy secara awam telah memulai dengan hasil yang masih minim, sekarang daun dan pucuknya kuning bercak2 semua. saya ingin memperoleh hasil yang lbh baik. Bgmn kalau sy tanam dibawah kebun belimbing, apakah baik?

    Balas
  22. gono abdi

    Salam kenal pak didik, saya sangat terinspirasi setelah baca artikel bapak ini dan saya langsung coba budidaya jahe…
    Mhn bantuannya, pembenihan sdh saya lakukan br berumur 2 hr , apa yg hrs dilakukan dlm tahap pembenihan ini?
    Trmksih sebelumnya pak didik..

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      selama pembenihan/penyemaian, menjaga kelembapan media semai, tapi bukan berarti disiram terus dengan air. Dan mempersiapkan media polybag

      Balas
  23. yanamustika

    Terimakasih ilmunya… Saya mau mencobanya jg di pekarang rumah… Bisa gk pak kalau nanamnya di tanah yang bebatuan, tapi saya mau coba pake karung, apa tidak mempengaruhi pertumbuhan jahe tersebut? Saya mau coba 50 karung.. 🙂

    Balas
  24. effirman azizy

    pak Dikdik taufik, terima kasih tulisannya saya telah baca berapa waktu lalu dan saat ini saya sudah tanam langsung di tanah sejak tahun lalu dan setelah dapat info penanaman media Polibag / karung saya juga coba . Tanaman langsung ditanah siap panen sekitar 4 bulan lagi ada sekitar 100 rumpun. dalam karung baru tanam kurang dari satu bulan sekitar 50 karung dari rencana 200 karung. kebetulan diRW saya dibawah SUTET ada lahan nganggur / tidur sekitar 2.000 m2. Bibit di Polibag / karung beras 25 kg saya ambil dari tanaman yang sedang tumbuh ( di cabut ) bolehkah / baik nggak hasilnya nanti. tanaman di tanah hasi panennya sekitar 1-2 kg / rumpun terima kasih.

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      terima kasih Pak Effirman telah berkunjung dan salut atas usahanya memanfaatkan lahan tidak produktif-nya. Mengenai bibit yang dicabut/memotong dari tanaman yang sedang tumbuh, menurut saya (saya belum coba) sama saja dengan memindahkan tunas dan kualitasnya masih bisa sama karena berasal dari bibit tanaman awal bukan baru…tapi amati saja Pak perkembangannya. Wah kreatif juga nih Pak Effirman…nanti minta infonya lagi Pak. terima kasih

      Balas
      1. effirman azizy

        tulisan bapak saya print dan saya kasih ke Yayasan Komunitas Satu Benih di Bogor berikut saya sumbang 200 karung serta bibit ( baru mau pesan ke bapak 5 kg ) serta sedikit uang untuk dikembangkan di sana ( maaf bukan maksud Riya ).Saya pesan 5 kg bibit , tolong rekening bapak , kalau bisa bank Mandiri , alamat saya E.Azizy jl. Lontar no 5 Perum III Harkit Tangerang 15810 , 08161654832. tks

        Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih sudah berkunjung.
      Mas Robi, tanaman jahe merupakan salah satu jenis tanaman yang syarat tumbuhnya tidak terlalu merepotkan.
      Di daerah pesisir, jahe pun bisa tumbuh. Jahe bisa tumbuh di ketinggian tempat antara 0 – 2000 meter dpl (di atas permukaan laut)
      Demikian penjelasan saya. Semoga dapat membantu

      terima kasih

      Balas
  25. roman

    Saya punya sthogh jahe merah banyak tpi saya sulit memasarkannya jd mohon informasinya agar di beri tahu kmana saya bisa memasarkn jahe merah ni secara maximal

    Balas
  26. david mahera santoso

    Setelah saya membaca artikel pak didik saya mulai tertarik membudidayakan jahe merah .begini pak saya nanya tentang pemasaran ini pusatnya dimana ya pak , masalahnya harga jahe ini semakin turun akibat banyaknya pengepul atau distributor .mungkin jikalau saya jual langsung kedistributor pusat langsung saya mendapat untung besar , masalahnya di daerah saya jombang jatim . harga jahe merah sangat murah , dan tidak sedikit petani yang merugi . saya minta tolong jika ada info tenteng masalah kami petani jahe di jawa timur ini . terima kasih

    Balas
  27. i made sudana

    slmt siang, apa ada bibit jahe yg sdh siap tanam dan brp hrgnya msng2 jahe merah, jaeh emprit, jahe gajah

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Siang, bibit yang sudah siap tanam (bentuk tunas) sudah banyak pula yang menyediakan Pak. Namun biasanya ada minimum order, misalnya minimal 100 atau 300 tunas

      Balas
  28. Didik

    amat sangat menginspiratif pak… setelah membaca artikel bapak jadi pengin mencoba nih… sebelumnya saya mau tanya tentang pembuatan pupuk organik. jenis kotoran ternak apa yg dipakai untuk menghasilkan pupuk yg baik & berkualitas dan apa yg maksud kaptan (dolomite) dan juga PHEFOC & SOT dipasaran umum kira-kira ada yang jual gak ya?

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih telah berkunjung.
      Pada dasarnya semua kotoran ternak bisa dijadikan bahan pupuk organik/bokashi dan memiliki nilai manfaat besar, namun apabila diurutkan dari yang terbaik, kotoran kelinci, kambing/domba, sapi.
      Dolomite adalah sejenis kapur, dipasaran dikenal sebagai kapur pertanian. Untuk detailnya, ke depan akan saya posting tentang dolomite ini. Salah satu manfaatnya adalah menyediakan Calsium dan untuk menaikkan pH tanah bila terlalu asam.
      SOT dan PHEFOC tidak dijual di pasar umum. Anda bisa menghubungi kami bila membutuhkannya.
      Terima kasih

      Balas
  29. Juli pendri

    saya sangat terkesan dg artikel saudara, sy mempunyai lahan karet yg baru ditanam apa cocok utk di tanam jahe, kalau cocok saya perlu bimbingan dari saudara, dari pengorderan bibit sampai dg pemasaranya, disini belum ada yg membudidayakanya, dan saya sangat bingang waktu pemasaranya, terus tereng saya tinggal di aceh barat, lahan kurang lebih 15hektar, sangat disayangkan klau cuma karetkan.

    Balas
  30. Haris

    Cukup bermanfaat artikel bapak, saya ingin mencoba menanam jahe merah, harapan saya bapak bisa membantu saya memandu dlam setiap tahapan penanaman budi daya jahe merah nantinya,, sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas artikelnya..

    Balas
  31. Joenk Koe

    Pak Dikdik… cuman saran saja.. coba dibuatkan Group di Facebook, supaya lebih mudah dalam berinteraksi, karena hampir semua orang setiap harinya mengecek / online di facebook. Saya yakin banyak orang yang tertarik dalam bercocok tanam khususnya Jahe Merah. Terima kasih

    Balas
      1. Bu Mujiati

        Pak didik, saya ingin menanam jahe merah di atas dag rumah, jadi panasnya atas bawah karena lantai semen. Bisa tidak. Awal menanam pake tanah dan pupuk bokashi? Dapatnya di mana pak, dan ukurannya gmn? Saya mau sharing. Dan praktek langsung. Dimana alamat bapak? Trims> Bu mujiati ponorogo.

        Balas
  32. supandi

    assalaamualaikum pak dikdik, saya sangat tertarik dengan produk HCS..
    ijin bertanya dapatkah kita berkebun tanpa ngoret rumput bila menggunakan PHEFOC dan SOT HCS pada kebun kopi dan bagaimana cara penggunaannya, trimakasih,.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s