CARA MEMBUAT PAKAN FERMENTASI KAMBING ATAU DOMBA DARI POHON PISANG DENGAN SOC-HCS


Pakan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan dalam beternak. Syarat pakan yang diberikan harus berkualitas, mengandung zat atau materi yang dibutuhkan dengan komposisi yang seimbang.  Bila syarat tersebut telah terpenuhi, pakan tersebut bisa disebut pakan berkualitas.  Hal ini secara umum berlaku untuk semua hewan ternak, termasuk kambing dan domba.

Di Indonesia,  pakan yang umum diberikan oleh para peternak kambing dan domba adalah rumput. Rumput sepertinya sudah menjadi primadona sejak lama untuk jadi pakan kambing atau domba dan menjadi menu wajib.  Sekarang saatnya kita memperbaharui jenis pakan primadona tersebut dengan pakan berkualitas agar tumbuh dan kembang ternak kita menjadi optimal.  Sebagai referensi coba kita lihat kualitas dari beberapa jenis pakan yang sering para peternak pakai.  Kandungan nutrisi yang terdapat dalam rumput dan tumbuhan lain tersebut  dapat kita lihat dalam Tabel Kandungan Nutrisi Hijauan Legimunosa

Pada tulisan ini kita akan membuat pakan untuk kambing dan domba dengan kualitas nutrisi seimbang sesuai kebutuhan yang optimal.  Coba anda lihat lagi tabel tadi, di sana terdapat berapa kebutuhan kambing atau domba terhadap nutrisi berupa karbohidrat, protein, vitamin maupun serat kasarnya. Pakan yang akan kita buat  prinsipnya adalah proses fermentasi. Dengan melalui fermentasi, pakan akan mudah dicerna dan penyerapan nutrisi akan lebih baik.

Berikut adalah cara yang sudah saya lakukan minggu kemarin (19 Januari 2014). Untuk kali ini kita akan membuat pakan dengan bahan baku pohon pisang, disebut juga gedebog pisang atau gebog. Melengkapi kebutuhan lainnya terhadap protein dan serat kasar, kita tambahkan ampas tahu dan dedak.  Bahan-bahan tersebut adalah bahan yang mudah ditemui dan didapatkan. Untuk daerah yang kesulitan bahan-bahan tersebut dapat diganti dengan bahan sejenis, kita tinggal melihat saja pada tabel tadi jenis dan jumlahnya. Untuk proses fermentasi kita akan lakukan mengikuti pola HCS yang telah sukses diterapkan oleh rekan-rekan peternak kita misalnya di Jawa Tengah. Jenis fermentasi yang saya lakukan ini disebut fermentasi basah, artinya bahan bakunya tidak kering alias masih mengandung banyak air. Banyak pula yang menyebut pakan fermentasi ini dengan sebutan silase, atau ada yang ‘sedikit salah’ menyebut ‘esalase‘…maksudnya mungkin sama, yang penting jangan menyebut ‘etalase’ saja….hehe

Baiklah, tanpa panjang lebar lagi  kita lakukan pembuatan pakan ternak ala HCS ini.  Untuk yang pertama, seperti biasa kita lakukan persiapan-persiapan. Apa saja yang harus dipersiapkan ? Ini dia…….

1. Persiapan Peralatan

  • Terpal, sebagai alas untuk pencampuran bahan
  • Timbangan, untuk menimbang bahan.  Jenis timbangan terserah anda.
  • Gelas ukur plastik. Kemarin saya pakai yang 1000 ml, gelas ukur plastik                                                gunanya ya untuk ngukur berapa liter air yang dibutuhkan. Alat lain bisa dipakai, misalnya pakai gayung ukuran 1 liter. Saya lebih senang pakai ini karena skala volume-nya lebih jelas.
  • Ember plastik kapasitas minimal 5 liter
  • Sekop atau alat apa saja yang fungsinya untuk membantu saat pencampuran bahan
  • Sprayer, saya memakai sprayer dengan kapasitas 5 liter. Sudah dilengkapi pompa biar ga pegel tangan. Fungsinya biar nanti larutan SOC bisa tersebar merata.
  • Tong plastik atau kantong plastik, untuk tempat fermentasi bahan-bahan
  • Golok, atau pisau, atau parang, terserah anda, fungsinya nanti untuk mencacah atau mengiris gedebog pisang.

2. Persiapan Bahan

Siapkan bahan-bahan sesuai tabel berikut.  Untuk pembuatan pakan dengan jumlah yang berbeda, jumlah takaran bahan-bahan bisa disesuaikan.

NO NAMA BAHAN JUMLAH (TAKARAN)
1 Pohon Pisang/gedebog 100  kg
2 Ampas Tahu 15  kg
3 Dedak/katul 3  kg
4 Gula Pasir 100 gram
5 Garam 250 gram
6 SOC HCS 30 cc (3 tutup botol SOC)

3. CARA PEMBUATAN

  • Hamparkan terpal di tempat teduh, maksudnya biar kita tidak kepanasan selama pengerjaan, dan mengurangi resiko rusak atau matinya inokulum.
  • Di atas terpal tadi, dengan beralaskan kayu, pohon pisang dipotong-potong sampai ukuran kurang lebih 3 x 4 cm
  • Kemudian campurkan ke dalam pohon pisang yang sudah dipotong-potong tadi masing-masing ampas tahu dan dedak. Campur dan aduk sampai merata.
  • Buat larutan bibit fermentasi dengan cara : 30 cc SOC HCS (3 tutup botol SOC) dimasukkan ke dalam 1 (satu) liter air, tambahkan 100 gram gula pasir lalu diaduk sampai larut. Larutan ini kemudian didiamkan selama 15 menit.
  • Setelah 15 menit, larutan bibit fermentasi tadi dimasukkan ke dalam 5 liter air (pakai ember). Aduk sampai larut.
  • Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan ke dalam bahan pakan (potongan pohon pisang dkk.) secara merata sambil diaduk.
  • Kemudian taburkan 250 gram garam ke dalam bahan sambil diaduk secara merata.
  • Langkah terakhir, masukkan bahan pakan tersebut ka dalam tong plastik atau kantong plastik dan ditutup rapat (kedap udara) selama 1-3 jam.
  • Setelah selesai, pakan hasil fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak kambing atau domba.

4. KETERANGAN

  • Sebelum pakan buatan diberikan pada ternak, terlebih dahulu bersihkan ternak (mandi) dan kandangnya.  Bila perlu, ternak diberi vitamin B terlebih dahulu atau dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol) SOC HCS agar nafsu makannya meningkat.
  • Masukkan kambing atau domba ke dalam kandang dan biarkan dulu untuk adaptasi dan JANGAN DIBERI MAKAN
  • Untuk proses adaptasi, pertama-tama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemprot SOC HCS.
  • Selama 1 – 7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC HCS, sore harinya diberi pakan buatan agar terbiasa.  Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
  • Pengalaman saya, kecepatan adaptasi kambing atau domba berbeda-beda. Ada yang pada saat pertama diberi langsung menyukai pakan buatan ini, namun ada pula yang perlu waktu sampai 2 hari untuk adaptasi sampai benar-benar berpindah ke pakan buatan.
  • Satu hal lagi, atur kadar air jangan terlalu tinggi.  Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang tahan lama.

5. MANFAAT PAKAN HASIL FERMENTASI BASAH

  • Pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal
  • Dengan pola ini, kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan.
  • Daging ternak tidak banyak mengandung lemak karena komposisi pakan sudah ideal
  • Nutrisi pakan berupa vitamin tercukupi dengan adanya kandungan SOC HCS dalam pakan
  • Limbah kotoran ternak tidak bau seperti kalau diberi pakan biasa. Dengan demikian lingkungan akan tetap sehat.  Silahkan bandingkan….
  • Menghilangkan kebiasaan mencari rumput atau ngarit dan angon.

catatan : sebagai dasar tentang fermentasi ini, anda dapat membaca pula DI SINI

BERIKUT BEBERAPA FOTO PROSES PEMBUATAN PAKAN KAMBING DENGAN FERMENTASI BASAH

POHON PISANG

KATUL ATAU DEDAK

AMPAS TAHU

IMG-20140125-00916

IMG-20140125-00917

IMG-20140125-00918

IMG-20140125-00920

IMG-20140125-00921

IMG-20140125-00922

SELAMAT MENCOBA DAN MEMBUKTIKAN !!!!

ATAU SAKSIKAN VIDEO BERIKUT MENGENAI ADAPTASI DOMBA BERGANTI PAKAN

Iklan

196 thoughts on “CARA MEMBUAT PAKAN FERMENTASI KAMBING ATAU DOMBA DARI POHON PISANG DENGAN SOC-HCS

  1. Hadi

    saya sudah beli soc cuma belum coba buat pakan fermentasi,,, dari sekian postingan kok cuma gedebog dan jerami atau rumput gajah yang baanyak artikelnya.. tapi kayak daun-daun yang lainya jarang yang memposting bagaimana cara membuat pakan fermentasi… tadi kayak daun sengon sama jati bisa ngak buat pakan fermentasi.. kira-kira untuk anak kambing yang baru berhenti menyusu bisa tidak mulai diberikan pakan fermentasi..?

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Pada dasarnya semua jenis bahan tanaman (daun, jerami basah atau kering) asal jangan beracun, bisa dijadikan bahan untuk fermentasi. Pakan bisa diberikan pada anak kambing yang sudah berhenti menyusu, tapi perhatikan komposisi proteinnya ya

      Balas
  2. Yanuar

    Mau tanya penjelasan diatas tadi terdapat 10liter air untuk mencampur cairan SOC HCS…maksudnya, apakah 10lt air itu disemprotkan semua ke bahan fermentasinya??
    dan pemesanan cairan SOCHCS bisa dikirim paling sedikit berapa botol pak?

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Tertulis 10 liter air adalah untuk patokan awal saja. Larutan tersebut disemprotkan merata ke bahan fermentasi. Pada kasus yang mana kadar air bahan cukup tinggi, jumlah air untuk melarutkan SOC bisa dikurangi misalnya hanya 2,5 atau 5 liter saja. Perhatikan bahwa kadar air total nantinya jangan terlalu banyak, bahan sebenarnya hanya cukup basah saja dan rata.
      Pemesanan SOC minimal 1 botol masih bisa

      Balas
  3. Bowo

    Pak kalo gedebog yg sudah di fermentasi bisa di simpan kah kelebihannya..?? Sampai berapa lama gedebog ini boleh di simpan seandainya bisa..?? Terima kasih

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Terima kasih kritikannya. Pada program PENGGEMUKAN domba, kambing, atau apapun. Setiap peternak sangat paham bahwa penggemukan adalah pada saat masa perkembangan hewan dan bukan dimulai saat kambing baru dilahirkan atau masa pertumbuhan. Masa pertumbuhan diisi dengan pembentukan tulang, gigi, kuku dan organ lain penunjang pertumbuhan. Baru pada kambing atau domba usia 6 atau 8 bulan dimulai pertumbuhan atau perkembangan volume daging. Untuk lebih jelas, anda (bapak/ibu/sdr) silahkan dapat berkunjung di peternakan domba kami di daerah Wanayasa Purwakarta agar informasinya tidak menjadi ‘lebay’. Terima kasih kritikannya.

      Balas
  4. somell

    Pak klo misalnya kita buat dlam skala kcil anggp sjaa 50 kg untk bhan nya,
    Untk prbndingan air + larutan SOC nya gmana pak ?
    Mhon pencerahannya pak,
    Trima ksh

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Dibuat perbandingannya saja Pak, kalau misalnya di resep utk ukuran 100 kg dan bapak ingin membuat hanya 50 kg, berarti bahan lainnya adalah 50/100 atau setengah dari resep. terima kasih semoga dapat membantu

      Balas
  5. khamid

    Assalamualaikum pak saya dulu pernah mencoba prodak hcs sudah 1 minggu tp kambingnya gak mau makan hasil fermentasi gimana ya…
    Terus apa soc yang sudah dibuka kurang lebih 1 setengah tahun apa masih bisa digunakan..
    Untuk daerah pekalongan – batang apa ada yang sudah sukses menggunakan prodak tersebut. Mohon responnya . trimaksih
    Wassalamualaikum.

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      wa’alaikumsalam. coba lagi mas, kambing perlu adaptasi dulu. SOC yang sudah pernah dibuka masih bisa dipakai selama penyimpanannya benar (tertutup rapat, teduh dan kering) dan tidak terkontaminasi. Untuk Pekalongan, silahkan kontak Pak Kosim di 082144088000

      Balas
  6. alexander.s

    mas mau tanya apakah daun trembesi bisa diberikan kepada kambing,klu daun sengon saya sdh pernah coba berikan ke domba , dan saya mautanya juga dimanakah saya bisa mendapatkan SOC ,Didaerah kota Duri kec, MANDAU .RIAU.

    Balas
  7. Hari Setiawan

    Assalammualaikum,
    Sy sangat tertarik dgn ternak domba fermentasi ini, spt yg anda sebutkan bhw ada peternakan di Wanayasa Purwakarta, apakah ditempat tsb jg ada pelatihannya (sy dr Sumedang-Jabar). Apakah ada jadwal pelatihan (waktu&tempat). Terima kasih.

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Waalaikumsalam. Di Wanayasa bisa langsung melihat dan mencoba aplikasi SOC. Pelatihan juga bisa diatur dilakukan dengan waktu berdasarkan kesepakatan, coba hubungi : Pak Ustad Eman di no 081909333591

      Balas
  8. Sukandar

    Saya tertarik untuk mencobanya pak, kalau takaran/aturan pemberian pakan fermentasinya bagaimana per tiap ekor dombanya..
    Terima kasih sbelumnya.!

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Kami bisa kirim produk ke sana via jasa pengiriman (gratis ongkir untuk non mitra). Untuk order, silahkan masuk ke Menu CARA BELANJA. Terima kasih

      Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Kami bisa kirim produk ke sana via jasa pengiriman (gratis ongkir untuk non mitra). Untuk order, silahkan masuk ke Menu CARA BELANJA. Terima kasih

      Balas
  9. dhani

    kebetulan saya punya 6 domba, untuk daerah probolinggo jawa timur, bisa beli SOC di mana ya pak?.. trm kasih.

    Balas
      1. zendri suparto

        aku mau tanya pak, kalau di kota bengkulu apakah ada soc itu? kalau ada harus menghubungi siapa?
        trmksih

        Balas
  10. Kifli

    Assalamu Alaikum pak dan sukses selalu program HCS.
    Permisi untuk daerah Sulawesi Barat dimana saya bisa beli SOC pak?
    Karna setiap toko ternak dan toko tani saya datangi tidak tersedia produk SOC -HCS
    Jika didaerah saya belom ada mungkin ini peluang saya jadi agen SOC.
    Salam sukses pak…

    Balas
  11. Rony

    Saya pemula di ternak domba Pak. Mohon penjelasan, atas pertanyaan Bpk sukandar, untuk takaran pakan 20-25% dari berat badan. Sy baca di banyak artikel idealnya 10 % x berat badan perhari. Apakah itu bukan pemborosan Pak. Mohon penjelasan. Salam sukses. Trm kasih.

    Balas
  12. Fathur

    Sy fathur di jakarta pak,klo mau liat2 lokasi peternak yg sudah gunakan soc/ sot/ phefoc..dimana pak..karna sy sedang merencanakan usaha ini dngan mnjadi agen hcs di daerah / kampung sy di pekalongan..sekaligis mnjadi orang pertama yg mncoba dan mmbuktikan ..kehebatan produk ini..dr bbrapa artikel yg sy baca ..hcs paling mrnarek untuk di ikuti..trims pak

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Subang kota silahkan kontak Pak Ajat di 08970682529, area Pamanukan dsk : Pak Surnadi (085220279933), daerah Patokbeusi : Pak udin (081287055139)

      Balas
  13. ariyanto

    pak saya di bandar lampung
    saya punya ternak kambing tapi masih cara konvensional
    kalo saya ingin beli soc hcs dan belajar cara buat fermentasi pakannya gimana pak
    harus dimana dan hubungi siapa

    Balas
  14. Abaykab@gmail.com

    Mau tanya pak,frekmentasi gedebok sudah jadi,kan di berikan sedikit sedikit setelahnya apakah harus di tutup rapat terus ato di biarkan terbuka..soalnya kalo ditutup rapat 2-3 hari punya saya kok tanpak ada bau kayak basi. Terima kasih atas infonya.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Moh. Jaelani Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s