CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKASHI – HCS


Bokashi HCSPupuk Bokashi, dari namanya saja sepintas orang kebanyakan tidak akan mengenal, pupuk apaan lagi ini ? Namanya aneh…

Pupuk Bokashi, ga tau siapa yang pertama memberikan nama seperti ini. Dilihat dari namanya, mungkin orang Jepang yang ngasih nama karena mungkin teknologi awal-nya  dari sana mulai diperkenalkan.

Pengertian yang berhasil penulis himpun dari sono-sini, Pupuk Bokashi kurang lebih dapat diartikan sebagai (ini pun kata orang Jepang) : “Bahan Organik yang telah difermentasikan”. Berarti Bokashi adalah hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan organik seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan atau pupuk kandang, dan lain-lain bahan organik.  Bahan-bahan tersebut difermentasi dengan bantuan microorganism activator untuk mempercepat prosesnya. Ada pula yang mengartikan bahwa BOKASHI adalah kependekan dari Bahan Organik Kaya Sumber Hayati.  Hehehe….silahkan pilih, pengertian mana yang anda sukai.

Dalam pembuatan Pupuk Bokashi pola HCS, SOT HCS digunakan sebagai aktivator. Efek lain dari sistem pupuk bokashi ini adalah bahwa hasil fermentasi tidak se-bau cara konvensional misalnya pada pupuk kompos. Proses pembuatan pupuk bokashi juga relatif lebih cepat dibandingkan pupuk kompos.

Pupuk organik atau Pupuk Bokashi ala HCS, selain proses pembuatannya cepat, hasil tidak terlalu bau, juga dapat menekan timbulnya jamur atau fungi dan gulma setelah selesai proses pembuatan pupuk, seperti yang timbul pada sistem Bokashi biasa.

Oke, cukup ya pengantarnya…..kita langsung saja ke praktek cara pembuatan pupuk Bokashi HCS, simak ya baik-baik :

Di sini kita rencanakan pembuatan Pupuk Bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak seberat 200 kg. Kalau misalnya anda mau membuat kurang atau lebih dari 200 kg, ya tinggal hitung aja lah sendiri perbandingan bahan dan obat yang harus digunakannya.  Gampang koq….

Oke siap…….Yang pertama, tentu saja siapkan dulu peralatannya, ini dia :

Alat-alat yang dibutuhkan :

  1. Terpal, ini adalah untuk alasnya. Bisa juga bahan lain digunakan, yang penting bisa digunakan sebagai alas untuk pencampuran bahan.
  2. Sekop, ini gunanya untuk mengambil  dan mencampur bahan.
  3. Drum atau gentong plastik. Penulis sarankan gentong plastik, supaya mudah untuk membersihkannya nanti, selain itu bisa lebih awet karena tidak akan karatan.
  4. Ember plastik, siapkan yang volume-nya sampai 10 liter. Gunanya nanti buat nyampur-nyampur larutan dan obat.
  5. Sprayer, atau semprotan tangan. Dipakai agar obat dapat tersebar dengan rata.
  6. Bagi yang belum biasa dengan misalnya kotoran ternak, boleh lah disiapkan sarung tangan plastik dan sepatu boot, lumayan untuk menjaga kaki menginjak kotoran. Atau yang belum kenal dengan bau kotoran ternak, silahkan pakai masker

Setelah persiapan peralatan, selanjutnya  kita ke persiapan bahan, simak dan catat tabel berikut di bawah ini :

Bahan dan Obat-obat untuk pembuatan Pupuk Bokashi :

New Picture (7)Tahap selanjutnya dalam pembuatan pupuk bokashi adalah sebagai berikut :

  1. Membersihkan kotoran ternak dari bibit hama berupa gulma dan fungi/jamur dengan cara disemprot PHEFOC :

  • Larutkan 1 (satu) botol PHEFOC HCS dan 3 (tiga) sdm. gula pasir ke dalam 5 liter air (gunakan ember).
  • Kemudian hamparkan terpal untuk tempat kotoran ternak yang hendak di semprot.
  • Semprotkan larutan PHEFOC HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit. Maksudnya adalah begini, di atas terpal tadi buat lapisan kotoran ternak agak tipis kemudian disemprot rata, selanjutnya di atasnya buat lagi lapisan ternak lalu disemprot, demikian seterusnya…..
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan air kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan sulit pecah)
  • Setelah diperkirakan merata dan kandungan airnya cukup, lalu kotoran ternak tersebut dimasukkan ke dalam drum/gentong plastik dan ditutup rapat agar terjadi proses fermentasi tahap 1 selama 1 hari (24 jam)
  • Apabila telah selesai, dinginkan kotoran ternak yang sudah difermentasi tadi untuk proses fermentasi tahap ke 2

Tahap kedua adalah proses pembuatan pupuk Bokashi caranya :

  • Larutkan 1 botol SOT HCS dan 200 gr gula pasir ke dalam 5 liter air
    (gunakan ember lagi).
  • Hamparkan lagi terpal untuk mencampurkan semua bahan.
  • Campurkan semua bahan : kotoran ternak, abu sekam, bekatul, dan dolomite secara merata.
  • Semprotkan larutan SOT HCS secara merata memakai sprayer dengan membuat lapisan sedikit demi sedikit (ingat cara fermentasi kotoran ternak tahap 1…..)
  • Bila perlu tambahkan air dan diaduk sampai kandungan airnya kurang lebih 30% (ciri-cirinya adalah air tidak menetes/setengah basah dan bila dikepal dengan tangan susah pecah).
  • Setelah tercampur dengan baik, adonan campuran tadi dimasukkan kedalam drum atau tong plastik dan ditutup dengan rapat untuk proses fermentasi tahap 2. Waktu yang diperlukan adalah selama 3 hari (72 jam).
  • Selama fermentasi suhu akan mengalami kenaikan sampai 50⁰C itu tandanya reaksi fermentasi berhasil dilakukan.
  • Kemudian dinginkan dan akhirnya pupuk bokashi pun siap anda gunakan sebagai pupuk organik.

Beberapa Catatan Penting :

  1. Bila tidak ada molasse, berbagai macam gula dapat digunakan sebagai gantinya seperti gula aren, gula kelapa, jus buah, maupun sisa pembuangan alkolhol.
  2. Sebaiknya atur suhu jangan sampai terlalu panas supaya tidak terjadi proses pembusukan yang mengakibatkan bokashi menjadi rusak. Biasanya tahap awal fermentasi periksa kondisi suhu setiap 5 jam. Dapat juga digunakan termometer untuk mengukur suhu agar lebih yakin.

Akhirnya selesai sudah pembahasan tentang pembuatan pupuk bokashi dengan bahan dasar kotoran ternak tanpa hama, gulma dan fungi penggangu, pupuk bokashi akan lebih sempurna jika mengunakan kotoran ternak yang sebelumnya telah diberi pakan fermentasi SOC HCS karena dapat mempercepet proses fermentasi (cukup 3 hari) dibanding dengan cara bokashi biasa yang  bisa memakan waktu 4 hari/lebih. Apalagi difermentasi melalui 2 tahap yaitu fermentasi PHEFOC dan SOT Bokashi lebih sempurna, PHEFOC sendiri memiliki keunggulan dalam membasmi hama, gulma dan fungisida dan SOT sendiri memiliki keunggulan sebagai pupuk organik yang mengandung 52 mikroba laktogen (dengan sistem mikroba matrix) yang berfungsi sebagai penyubur dan penyehat tanah.

Bagi rekan–rekan petani organik dan calon petani organik, Anda bisa mencoba cara yang satu ini dan dapatkan produk-produk HCS hanya di Organichcs.com ! Selamat mencoba………

….tunggu tulisan-tulisan berikutnya menganai cara budi daya beberapa tanaman dengan pola organik hanya di http://www.organichcs.com

42 thoughts on “CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKASHI – HCS

  1. Ping balik: 3. BAGAIMANA CARANYA MEMULAI USAHA TERNAK ? (2) | Organic HCS

  2. Ping balik: 5. Cara Budidaya Padi Organik dengan Pola HCS | Organic HCS

  3. Ping balik: MENANAM JAHE MERAH MUNGKINKAH JADI MILYUNER ? | Organic HCS

  4. Ping balik: CARA PRAKTIS MEMBUAT ARANG SEKAM PADI | Organic HCS

  5. Ping balik: HAMA DAN PENYAKIT YANG SERING MENYERANG JAHE (Bag. 1) | Organic HCS

    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Siang P Hery. kondisi kotoran ternak sebaiknya jangan terlalu basah. Patokan terpentingnya adalah pada saat fermentasi kandungan air secara total (kotoran ternak + bahan-bahan lain) adalah kurang lebih 30 %. Kandungan air yang terlalu banyak (sehingga terlalu lengket bila dikepal) atau terlalu sedikit (sehingga bahan sulit dikepal) akan menyebabkan efek fermentasi yang tidak optimal. Demikian Pak, semoga jawaban ini cukup membantu.

      Balas
  6. Ping balik: Teori Praktis Fermentasi Pakan dan Bokashi | Organic HCS

  7. Ping balik: Cara Praktis Budidaya Tanaman Cabe dengan Pola HCS | Organic HCS

  8. Ping balik: Teknologi | dyanharyanto56

  9. Dewi Lestari

    Mantap mas infonya, sangat membantu.

    btw, apa sudah pernah dicoba sendiri dan hasilnya seperti apa?
    Kira kira ada efek samping ke kualitas tanah atau ndak..?

    Makasih.😀

    Balas
  10. Suwardi

    Pak saya sdh coba buat bokasi dengan menggunakan sot komposisi sdh mengikuti hcs tp sampai 3 hari kok gak panas apa penybabnya ya? terimakasih

    Balas
  11. sobirin

    saya sangat tertarik dengan artikel bapak tapi saya pingin belajar dan mau tanya apa itu SOT HCS dan istilah lainya

    Balas
  12. Yusuf sugiarto

    Pak saya mau tanya, cara membuat pupuk organik yang cair memakai SOT untuk jahe, aplikasiny bgaimana dan bahanya apa aja, d daerah sy blm ada pelatihan pak trmaksh.

    Balas
  13. Ping balik: Budidaya Tanaman Cabe | "arifah_imuet"

    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      wkmsalam…jahe memiliki kelemahan terhadap panas yg berlebih karena bentuk daunnya yang lebar dan tipis. Untuk mengurangi efeknya, bisa dilakukan dengan bertanam di bawah pohon ‘peneduh’ atau memakai paranet

      Balas
  14. ari

    untuk wilyh mgl jateng dimana bsa mndapatkn pruduct HCS. dan kira2 brapa kg pupuk kndang dll yg dibutuhkn dlm lhn 12×14M. trmksh

    Balas
  15. faizol

    Klo jahe, mempunyai kelemahan trhdp panas,, kira2 suhunya sampe brp ?!terutama krn saya dari madura dan baru aja belajar. Trims

    Balas
  16. Ping balik: Menanam Jahe Merah | daryakhtar

  17. Ping balik: Cara Praktis Budidaya Tanaman Cabe dengan Pola HCS | daryakhtar

  18. Ping balik: TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH | My Blog

  19. Emin Sumantri

    Ass.wr. wb. Mohon maaf pa sy baru memulai bertani dan mencoba menanam cabe rawit dengan pola HCS dan sy sudah menjadi member. yang jadi pertanyaan saya sama dengan pertanyaan pa Suwardi, sy coba membuat bokashi tp sudah 3 hari tidak terjadi kenaikan suhu pada permentasi, apa yang jadi penyebabnya?
    Terima Kasih.
    Wass wr. wb.

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Wss.wrwb. Kalau caranya sudah benar, ada kenaikan suhu. Namun sering kali kenaikan suhu tidak kita ketahui, ada cara sederhana yang bisa dilakukan, coba raba bagian dalam terpal penutup atau bagian dalam tong yang digunakan untuk tempat fermentasinya. Bila ternyata basah atau berkeringat, berarti sudah terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan adanya penguapan.
      Semoga penjelasan saya bisa membantu.

      Balas
  20. zusronsyaroni

    Mau tanya pak, pembuatan bokasi semacam itu biasanya menggunakan bahan utama kotoran sapi dan ayam, tapi bagaimana kalau yg digunakan kotoran kambing? Apakah bisa dilakukan langsung tanpa harus menghancurkan/menghaluskan teksturnya? (Msh dlm bentuk bulat2)

    Balas
    1. dikdiktaufik Penulis Tulisan

      Masih dalam bentuk bulat tidak masalah pak, larutan SOT bisa menyerap ke bagian dalamnya, oleh sebab itu pemakaian air untuk pelarutan harus mencukupi dan merata

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s